Parenting dibikin gampang aja
Cuma butuh cinta dan senyum.
Parenting jadi mudah,
kalo kita saling dukung!
Parenting dibikin gampang aja
Cuma butuh cinta dan senyum.
Parenting jadi mudah,
kalo kita saling dukung!
Previous
Next

Gagal Tumbuh; haruskah panik?

Namanya membesarkan manusia, tentu saja tidak akan ada keniscayaan, benar? Tidak mungkin bisa menyatakan bahwa dengan memberikan ASI sudah bisa dipastikan seorang anak tumbuh sehat tanpa masalah. Sebab, akan selalu ada faktor-faktor lain yang mengiringi pemberian ASI.

Terkait perkara tumbuh kembang dan kebutuhan gizi yang satu ini, dokter anak dr Arifianto Sp. A menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh orangtua. Yakni:

Pertama, bayi mengalami gagal tumbuh atau failure to thrive (ada juga yang menyebutnya weight/growth faltering), dan sayangnya sang ibu tidak menyadarinya sedini mungkin. “Ya, saya mengamati beberapa ibu merasa sudah memberikan ASI dengan baik, dan tentunya ASI terus diproduksi, tetapi ternyata berat badan bayinya tidak naik dalam satu bulan pertama (bahkan lebih), atau bahkan turun dari berat  lahir.”

ASI-nya yang salah? Atau ibunya yang salah? Mungkin kata “salah” ini terlalu menyesakkan ya? Mungkin lebih tepat jika disebut; pengetahuan ibu yang kurang dalam manajemen laktasi.

Nah, yang kedua, orangtua pun harus paham bahwa penting sekali untuk memantau berat dan Panjang lahir badan bayi di grafik pertumbuhan. Bukankah sejak hamil, semua ibu dibekali dengan buku kesehatan ibu dan anak (KIA)? 

Yuk, pelajari dan pahami seluruh isi buku ini dengan baik. Plot berat, Panjang badan, dan lingkar kepala bayi sejak lahir dan tiap bulan ke depannya. Jadi, bayi baru lahir memiliki waktu kontrol saat berusia setidaknya satu minggu, dan saat berusia satu bulan. Tenaga kesehatan pun seharusnya mampu mendeteksi sedini mungkin berat badan yang tidak naik, dan mengevaluasi penyebabnya, lalu mencarikan solusinya. Buku KIA ini juga dapat memberikan informasi tentang laktasi. 

Jadi, poin besarnya adalah, ada dua hal penting yang harus dilakukan: manajemen laktasi dan pemantauan tumbuh kembang sejak lahir. Idealnya, semua ibu, bahkan sejak masih hamil anak pertama, punya bekal kedua ilmu ini.

Duh, sudah terlanjur nih..

Jika, sudah terlanjur terjadi, langkah pertama tentunya mengevaluasi penyebab masalah dan mayoritas adalah ASI yang ternyata tidak cukup bagi kebutuhan bayi untuk tumbuh. Bayi, kadang mampu mengisap dengan baik, dan jumlah pipisnya terkesan cukup. Namun berat badan tidak kembali pada usia satu bulan, bahkan sangat sedikit kenaikannya di usia 2,3 bahkan 4 bulan. 

Bayi menjadi gizi buruk, ditambah lagi stunting alias pendek. Jangan sampai lingkar kepalanya ikut berukuran di bawah garis terbawah.

Kadang, sebagian ibu merasa tidak percaya bahwa ASI-nya kurang. Nah, di sinilah pentingnya pemahaman manajemen laktasi tadi. Konselor menyusui berperan penting dalam hal ini.

Soalnya, ada beberapa yang dengan mudahnya langsung “divonis” tongue tie lalu dilakukan insisi. Padahal sesudahnya berat badannya juga tidak naik signifikan. 

Masihkah bisa mengandalkan ASI ibunya saja?

Jika ASI tak kunjung bertambah, bahkan bayi lewat usia 2 bulan terdiagnosis gizi buruk dan gagal tumbuh apakah masih harus menunggu mengandalkan ASI eksklusif ibunya saja? Bolehkah menggunakan susu formula?

Kalau sudah begini, setiap orangtua harus ingat, niat awal memberikan ASI untuk bayi kan adalah demi kebaikan si kecil. Bukan untuk berbangga-bangga diri karena berhasil memberikan ASI secara eksklusif. Betul?

Apabila memang bayi gagal tumbuh yang mengancam optimalnya perkembangan otak, bahkan hingga puluhan tahun mendatang, maka nutrisi harus diberikan seoptimal mungkin. Dalam hal ini, susu formula menjadi indikasi medis.

Namun, tentu saja, dokter pun harus tetap memantau tumbuh dan kembang bayi. Apakah pemberian ASI, ditambah ASI perah, dan susu formula, bisa segera menaikkan berat bayi? Disini pentingnya kontrol rutin. Apakah nanti akhirnya bayi akan terus bergantung dengan suplementasi sufor?  Belum tentu, lho!

Seiring manajemen laktasi yang baik, produksi ASI bisa makin banyak. Bahkan jika bayi sudah kenyang dengan ASI, ia tentunya akan menolak pemberian susu formula. Dengan syarat, berat dan tinggi badan yang sudah mengalami “kejar tumbuh” ya..

Yuk, mulai pelajari cara membaca growth chart alaias grafik pertumbuhan agar terhindar dari kondisi yang tak diinginkan bagi bayi.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on print
Share on email

Leave a Reply

Your email address will not be published.