Previous
Next
WhatsApp Image 2019-02-25 at 14.24.22

Essential oil; tidak dianjurkan?


Sebagai dokter, tentunya dr Arifianto SpA sering ditanya oleh para ibu mengenai pandangannya terhadap Esential oil (EO). Ya karena minyak atsiri dari alam ini sedang tren, dan digunakan oleh banyak orang tua. Bukan hanya untuk dirinya, namun juga bagi anak-anaknya.

Dokter Apin sendiri menyatakan bahwa dirinya tidak akan merekomendasikan sesuatu yang tidak ada dasar EBM (evidence based medicine)-nya. Dan dalam hal ini, EO belum punya EBM kuat dalam hal mengobati penyakit-penyakit tertentu, meskipun beberapa meng-klaim punya khasiat manjur.

Lalu bagaimana supaya “terhindar dari obat-obatan kimia”? menurutnya EO juga mengandung bahan kimia. Dan, semua kembali pada diagnosis. Kalau memang infeksi virus yang nggak butuh obat apapun, ngapain harus “dipaksakan” diberikan obat?

Namun demikian, Boleh saja digunakan untuk aromaterapi, apabila tidak ada reaksi alergi.

Bisa jadi bermanfaat

Nah, tetapi menurut Stacy.M.Peterson dari mayoclinic; para ahli masih terus mencari jawaban dari berbagai pertanyaan mengenai potensi essential oils dan manfaatnya untuk kesehatan juga penyembuhan. Apalagi sekarang semakin banyak orang yang mencari obat yang alami dan aman untuk mengatasi permasalahan tidur, nyeri kronis, dan sebagainya.

Lavender, jasmine, ginger, spearmint adalah aromaterapi yang sangat populer.

Ya, benar, bahwa penelitian mengenai khasiat essential oils memang masih amat minim. Namun ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa aromaterapi bisa bermanfaat bagi kesehatan.

Essential oils ini sendiri adalah ekstrak yang berasal dari bunga, buah, daun atau biji tanaman. Hasilnya adalah minyak yang amat pekat untuk dihirup aromanya, untuk pijat atau ditambahkan ke sabun dan air mandi.

Fokusnya adalah; aroma dari tumbuhan ini akan menargetkan indera penciuman di hidung, memicu efek yang nantinya akan dihantarkan langsung menuju sistem nervous di otak. Begitu juga jika menyerap di kulit, maka beberapa oils bisa diimanfaatkan menjadi anti jamur atau anti bakterial.

Hal yang mengkhawatirkan adalah, beberapa produsen EO menyatakan bahwa EO bisa diminum. Sayangnya ini masih menjadi perdebatan yang kontroversial karena penelitian mengenai keamanannya bagi tubuh masih amat minim.

Menggunakan EO dengan aman

Sebetulnya jika digunakan sesuai standar dan petunjuk, kebanyakan EO aman bai tubuh. Maka penggunanya harus ingat betul bahwa ada risiko di setiap penggunaan, dan khasiat dari setiap EO kan beda-beda, jadi tidak bisa digunakan dengan cara yang sama.

Ada beberapa EO yang hanya bisa dihirup aromanya dengan diffuser, namun tidak aman untuk dioleskan ke kulit. Bahkan beberapa jenis minyak atsiri yang mengandung citrus bisa mengakibatkan luka bakar jika setelah dioles ke kulit dan kita langsung terpapar matahari.

Mengikuti instruksi pemakaian juga penting untuk mengetahui takaran EO yang akan dicampur dengan carrier oil yang netral seperti minyak kelapa, minyak jojoba atau minyak sayuran lainnya. Pun penggunaannya dengan air didalam diffuser aromaterapi. Namun demikian, apapun EO yang akan digunakan, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter yaaa…

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print