Previous
Next
Apa-Itu-Autis-1200x837

Apa itu Autis ?

Kali ini kita akan membahas mengenai Autism Spectrum Disorder (ASD) atau yang lebih dikenal dengan “Autis”. Dengan mengenal dan memahaminya kita bisa menghadapi dan mengatasinya sedini mungkin. “Apa sih Autis itu ?”, Autis berasal dari bahasa Yunani “autos” yang memiliki arti “diri sendiri”. Jadi, anak dengan Autis biasanya menarik diri dari lingkungan sosialnya, namun tidak hanya itu anak Autis memiliki 3 ciri utama, yaitu :  gangguan interaksi sosial, gangguan komunikasi, dan gangguan perilaku. Ketiga ciri utama tersebut mudah untuk diamati pada seorang anak dan biasanya muncul sebelum anak berusia 3 tahun.

Ciri gangguan interaksi sosial seperti : anak terlihat sering asyik sendiri dan seperti tidak memiliki minat untuk menjalin pertemanan dengan anank lain, dan  anak Autis sulit membangun kontak mata dengan orang lain. Ciri gangguan komunikasi, biasanya anak Autis biasanya mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa, dan pada anak Autis biasanya anak lebih banyak menggunakan gerakkan tubuh yang tidak terarah, dan jika bicara anak mengulang kata yang diucapkan orang lain “membeo”. Ciri gangguan perilaku pada anak Autis biasanya muncul perilaku yang terjadi secara berulang-ulang (repetitive) seperti : bertepuk tangan atau mengepak-ngepakkan tangannya (flapping).

Bila seorang anak memiliki ciri-ciri seperti yang dijelaskan diatas, maka lebih baik orangtua segera membawa anak untuk melakukan pemeriksaan oleh ahli, untuk memperoleh diagnosa. “Kemana orangtua harus membawa anak ?”, orangtua dapat membawa anak pergi ke Psikiater Anak untuk melakukan pemeriksaan secara medis berkaitan dengan ciri-ciri Autis. Selain itu, orangtua juga dapat  membawa anak ke Psikolog Anak untuk melakukan screening dan pemeriksaan psikologis berkaitan dengan ciri-ciri Autis yang dimiliki anak. Mungkin Ayah dan Bunda bertanya “Mengapa hal ini perlu dilakukan?”, hal ini dilakukan untuk mendapatkan intervensi atau stimulasi dini berkaitan dengan area perkembangan anak yang mengalami hambatan. Dengan melakukan pemeriksaan dan penanganan dini diharapkan anak dapat lebih terlatih dan mengoptimalkan perkembangannya khususnya dalam membangun kontak mata, dan mengarahkan perilaku anak menjadi lebih baik.  

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print