Previous
Next
Anak-Bau-Tangan-1200x750

Agar #abislahiran terasa gampang? GENDONG!

“Jangan kebanyakan digendong, nanti bayinya bau tangan!!!”

Duh. Makanya cuci tangan, biar gak bau! Hehehe…padahal, ketika kita merespon cepat saat bayi menangis, bayi jadi belajar bahwa dunia ini adalah tempat yang aman. Dan ia pun percaya bahwa orang tuanya merespon kebutuhannya. Karena bayi bukan balita yang bisa memanipulasi tangisan. Keinginan bayi, adalah kebutuhannya.

Jadi, mitos bau tangan itu sesungguhnya berbahaya jika dilakukan dan ini justru bikin ibu lebih stress karena lebih banyak mendengar bayinya menangis.

Lebih baik regulasi emosinya

Penelitian oleh Joanna Maselko tahun 2009 menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan afeksi, kasih sayang dan penanganan lebih dari orang tua akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih rileks, bagus regulasi emosinya dan lebih bahagia. Bahkan mereka lebih baik dalam meregulasi berat badan mereka saat dewasa.

Begitu juga yang tertulis di The baby book-William sears dan Martha Sears. Dari buku yang terdiri dari lima seri itu, semuanya mengutamakan quick response dan pentingnya menggendong. Mereka menyebutnya sebagai “Gaya pengasuhan penuh kasih”. Aha! Jadi, di AS, sampai sekarang pun, masih menganut paham bahwa menggendong dan quick response akan mengakibatkan anak menjadi manja.

Buktinya, seperti yang saya baca di Raising your child nya Dr Oz, dijelasin bahwa dengan bergegas menghampiri anak yang menangis, anda akan merampas kesempatannya untuk menenangkan diri. Bukan hanya itu, ia juga akan belajar bahwa rewel dan menangis adalah cara yang ampuh untuk memaksa anda bergegas menghampirinya dan memerhatikannya—suatu kebiasaan buruk yang tidak ingin anda teruskan.

Bayi tidak bisa dipaksa mandiri

Hal ini yang bertentangan dengan pendapat Sears. Menurut Sears, para bayi, bukanlah kelompok yang harus dipaksa untuk mandiri. Ya, memang belum bisa. Tangisan dan rewelnya bayi, bukanlah kelakuan buruk dan tidak disiplin. Karena, bayi, belom bisa bicara, bisanya Cuma nangis. Gimana coba cara mereka minta bantuan? Ya kan? Nah,bayi menangis dan tidak ditanggapi, tidak akan menjadi anak ‘baik’ (walaupun mungkin mereka akhirnya diam), dia akan menjadi bayi yang kecil hati.

Dia akan mempelajari satu hal: bahwa dia tidak dapat berkomunikasi atau tak percaya kalau kebutuhannya akan terpenuhi. Selain itu, soal menggendong, Sears punya hasil penelitian (yang Dr Oz gak punya), bahwa bayi yang digendong, jarang nangis. Jadi gak ngerepotin. Bayi yang jarang nangis, otomatis lebih bahagia, dan juga lebih cepat tumbuh dan berkembang. Soalnya energi yang dipergunakan untuk menangis, digunakan untuk tumbuh dan berkembang.

Bayi harus melalui masa ketergantungan yang sehat

Poinnya, adalah, seorang bayi, harus melalui masa ketergantungan yang sehat. Jadi nantinya, justru, mereka akan jadi orang yang mandiri. Hebat ya? Justru, dengan kita menanggapi tangisannya, menggendongnya, tidur sama si bayi, di masa yang tepat, dia akan tumbuh jadi orang mandiri. Sears juga bilang: bayi yang merasa nyaman, akan bertindak dengan benar. Artinya, bayi yang merasa isyaratnya dapat dibaca, diitanggapi, merasa terhubung dengan orangtuanya, dihargai dan dipercaya.

Jadi, ingaaat, bayi yang dibiarkan menangis hingga tertidur memang akan menjadi berhenti nangisnya. Tetapi bukan karena ia sudah tenang, tetapi lebih karena bayi kelelahan menangis. Bayi tersebut masih dipenuhi hormone stress, dan ini akan “membentuk” otaknya agar menjadi lebih sensitive emosinya.

**

Enggak usah panik ya kalau dibilang bau tangan. Biarin aja bau tangan, daripada bau ketek hehehe..

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print