Previous
Next
Anak-Bau-Tangan-1200x750

Anak Bau Tangan?

“Jangan digendong terus. Kalau nangis biarin saja dulu, jangan langsung digendong nanti jadi bau tangan.”

“iih.. gak usah digendong-gendong terus. Nanti jadi kebiasaan lho, jadi bau tangan. Kamu sendiri nanti yang repot!”

Bagi calon orangtua atau orangtua yang sedang memiliki bayi, mungkin sering mendengar komentar di atas saat bayi sedang menangis. Tapi sebenarnya, harus bagaimana ya? Boleh tidak ya langsung digendong?

Nah Ayah Bunda, tentu bayi harus digendong atau ditenangkan ketika ia menangis. Pada 4 bulan pertama setelah kelahiran, bayi akan lebih sering menangis. Menangis ini merupakan satu-satunya sinyal atau cara bayi untuk mengkomunikasikan kebutuhannya kepada orang di sekitarnya. Pada satu tahun pertama kehidupan, interaksi orangtua dengan anak akan menentukan bagaimana anak mempersepsikan dunia tempat ia tumbuh. Apakah ini dunia yg aman, nyaman baginya atau tempat yang mengerikan baginya.

Ketika orangtua sensitif dan responsif terhadap tangisan bayi, bayi akan belajar bahwa ada orangtua yang memahami kebutuhannya. Kehadiran orangtua melalui sentuhan, suara, dan gerakan menggendong yang memiliki ritme akan membantu bayi meregulasi dirinya. Ketika anak sudah merasa bahwa Ayah Bunda dapat diandalkan dan memahami kebutuhannya, ini akan membangun kelekatan (attachment) antara orangtua-anak  dan anak belajar akan rasa aman melalui pengalaman ini. Anak yang memiliki kelekatan yang positif dengan orangtua dan memiliki rasa aman, ia akan lebih percaya diri untuk menjelajahi lingkungannya dan membangun hubungan dengan orang lain di sekitarnya.

Saat orangtua tidak memberikan respon atau menenangkan tangisan bayi, akan membuat level stres bayi meningkat dan justru membuat bayi semakin rewel karena tidak ada yang membantunya belajar meregulasi dirinya. Bayi juga akan belajar bahwa tidak ada orang lain yang memahami kebutuhannya dan ia merasa diabaikan. Apabila terus menerus tangisannya tidak direspon, lama kelamaan bayi dapat berhenti memberikan sinyal komunikasi. Ia pun merasa dunia tidak aman baginya untuk dijelajahi.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print