Previous
Next
Anak-belajar-jalan-stimulasi-atau-baby-walker-1200x804

Anak belajar jalan; stimulasi atau baby walker?

Perkembangan anak dari fase ke fase adalah sesuatu yang dinantikan setiap orang tua, bukan? Pasti doong. Dari senyum pertamanya, menegakkan kepala, duduk, makan, apalagi langkah pertamanya. Pencapaian anak untuk pertama kali, bagi orang tua, adalah momen yang menggembirakan.

Inilah hadiah bagi kerja keras orang tua memberikan stimulasi dan kasih sayang pada anak, setiap harinya.

Sayangnya, pencapaian anak ini, kerapkali dijadikan pencapaian orang tua. makanya, seringkali jadi bahan banding-bandingan, ya kan? Anak teman usia 11 bulan sudah bisa berjalan, kok anak aku belum? Apalagi ditambah omongan dari orang sekitar “Itu anaknya sudah lebih dari setahun, kok masih merangkak sih? Keseringan digendong ya?” atau “Makanya pake baby walker dong, biar cepet jalan..” dan sebagainya.

Berat ya jadi orang tua? hehehe.. tenang ya Ayah dan Bunda. Kalau anak belum lancar berjalan di usia 12-16 bulan, bukan berarti anak dimarahi ya. Bukan juga berarti memaksakan segala cara agar ia lancar berjalan dengan segera. Memberikan stimulasi, harus! Tapi tetap dengan cara yang menyenangkan yaaa…

Nutrisi untuk jalan?

Laju kecepatan belajar setiap anak enggak sama. Kemampuan motorik anak, biasanya, berkaitan erat dengan self-image anak atau rasa percaya diri. Nah, ternyata salah satu stimulasi penting agar anak lancar berjalan adalah memberikan nutrisi yang tepat. Iya, dong. Asupan gizi yang seimbang agar pertumbuhan fisik menjadi optimal.

Anak, terutama batita dan balita, membutuhkan nutrisi dan vitamin yang lengkap seperti Zat besi, protein, kalsium, vitamin A, B, C, dan asupan gizi vitamin lainnya. Semua itu, bisa didapat dari makanan sayur, buah, telur dan daging.

Nah, nutrisi yang seimbang juga dibutuhkan untuk daya tahan tubuhnya. Sebab, ada satu cara lain yang cukup efektif untuk membuat anak berjalan; membiarkan kaki tanpa alas kaki. Iya, tanpa kaus kaki, tanpa sepatu, ketika belajar jalan. Selain lebih leluasa mencari keseimbangan, ia juga sangat memerlukan indera peraba di kakinya.

Kenapa perlu daya tahan tubuh tinggi? Karena dengan kondisi yang sehat, ayah dan bunda bisa lho ajak dia jalan di rumput, tanah, atau pasir. Selain melatih sensori perabanya, ia juga jadi lebih bersemangat kan belajar berjalan di tekstur yang berbeda.

Baby Walker ≠ Perkembangan Otot Kaki

Lalu gimana dengan saran baby walker? Ternyata, alat ini justru dapat mengganggu perkembangan otot-otot kaki, misalnya karena telapak kaki anak tidak menapak dengan baik.

Penggunaan baby walker ini juga sangat membahayakan bayi yang mulai belajar jalan. Mengapa? baby walker akan memungkinkan bayi bergerak ke segala ruangan di rumah tanpa bantuan orang tua atau pengasuh mereka, seperti ke dapur, ke kamar mandi, hingga ke luar rumah. Posisi bayi saat menggunakan baby walker akan lebih tinggi. Hal ini sangat memungkinkan si kecil menjangkau benda-benda yang dilihatnya, misalnya sakelar listrik, mencapai minuman panas, hingga dekorasi rumah yang terbuat dari keramik.

Laporan dari American Academy of Pediatrics tahun 2001 mengatakan bahwa Pada tahun 1999 diperkirakan sebanyak 8800 anak usia di bawah 15 bulan dibawa ke rumah sakit bagian gawat darurat karena kecelakaan akibat baby walker. Dari tahun 1973 sampai 1998 dilaporkan sebanyak 34 bayi meninggal akibat kecelakaan baby walker yang kebanyakan karena jatuh dan cedera kepala.

Tidak Efektif

Lagipula, setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda-beda. Saat usia 6-8 bulan adalah saatnya anak belajar merangkak dan merayap. Tapi jika anak sudah diberikan baby walker, maka tahapan ini akan terlewati dan bisa mempengaruhi perkembangan anak nantinya.

Sellain itu, kalau sudah menggunakan baby walker, justru anak akan malas berlatih berjalan, lho. yak an sudah dibantu roda.

Practice Makes Better

Jadi, gimana? Berikan stimulasi yang tepat berupa nutrisi, mainan pendukung seperti mobil-mobilan yang dapat didorong atau ditarik dengan tali atau memindahkan mainan dari satu tempat ke tempat lain, dan motivasi yang tepat untuk menambah semangat anak belajar jalan. Atau baby walker?

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print