Previous
Next
30-agust-20.00-artikel-dari-ahli-psikolog-anak-Cecilia-Sinaga-Anak-dan-Bermain-1200x1200

Anak dan Bermain

Dunia anak-anak sangat identik dengan bermain,ya betul dimana pun dan kapan pun anak-anak pasti selalu bermain. Waktu saya kecil saya juga memiliki kenangan yang indah dan menyenangkan karena saya banyak bermain di rumah bersama orang tua dan kakak laki-laki saya. Walaupun, kedua orangtua saya bekerja namun dalam kesehariannya mereka selalu meluangkan waktu untuk bermain bersama. Saya sangat senang dan bahkan saya masih bisa mengingatnya saat saya menulis tulisan ini. Saat ini dunia anak-anak mulai banyak berubah menurut saya, bagaimana tidak sekarang ketertarikan anak-anak untuk bermain dengan mainan/toys mulai bergeser mengikuti jamannya era digital alias saat ini anak-anak banyak bermain dengan tablet/ipad/handphone dibandingkan dengan bermain di dalam kelompok atau menggunakan mainan.

Mungkin sebutannya tetap bermain hanya saja permainan yang dimainkan jauh berbeda. Saya mau mengajak Ayah dan Bunda menelaah kegiatan bermain dengan mainan dan kelompok dibandingkan dengan menggunakan “gadget”. Pertama, ketika anak bermain dengan mainan/toys anak mendapatkan stimulasi diberbagai aspek perkembangannya, seperti: visual, motorik – sensori (menggenggam mainan, memutar, melepas pasang) dan banyak lagi saat anak meraba mainan, tentunya bermain dengan mainan membuat anak menjadi lebih kreatif dalam bermain. kedua, bermain di dalam kelompok atau group sangat baik untuk perkembangan anak. Anak banyak belajar interaksi dua arah, sosialisasi dengan teman lain, sharing atau belajar untuk bergantian dalam menggunakan mainan dan menunggu gilirannya. Tentunya bermain di dalam kelompok menantang anak untuk menjadi lebih berani dan mandiri.

Kita coba bandingkan bermain dengan menggunakan “gadget” tentunya tidak ada interaksi dua arah yang dibangun karena anak hanya fokus pada layar saja, motorik juga kurang terstimulasi karena hanya menggunakan jari untuk “swipe”, dengan karakteristik gadget yang jauh lebih responsif dibandingkan dengan berinteraksi saat bermain dengan teman sebaya membuat anak menjadi kurang sabar dalam menunggu karena terbiasa berinteraksi secara instan dengan gadget (ketika swipe fitur langsung berganti, ketika klik maka apa yang diinginkan langsung dipenuhi ya begitulah kurang lebih cara kerja gadget).

Sudah cukup jelas kan perbedaan bermain dengan mainan/toys dan gadget? Ternyata cara bermain kita para orangtua di jaman dahulu lebih memberikan dampak positif untuk perkembangan anak. Sangat disayangkan saat ini banyak orangtua yang memberikan anaknya “gadget” untuk membuat mereka tidak rewel dapat duduk tenang.  Ayah dan Bunda bermain adalah hak anak-anak kita namun jangan lupa ya untuk memberikan kegiatan bermain yang baik dan menstimulasi perkembangan anak kita ya!.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print