Previous
Next
def pic

Anak demam 3 hari harus cek lab?

Kalau anak sudah demam, sudah pasti bukan hanya si anak yang rungsing, tapi justru orang tuanya. Jelas situasi melihat anak yang rewel dan tidak nyaman itu akan membuat orangtua pun merasa amat tidak nyaman.

Nah, seringkali orangtua merasa bahwa demam diatas 3 hari sudah waktunya membawa anak periksa ke laboratorium karena khawatir demam berdarah atau tifoid. Padahal, menurut dr Arifianto SpA, Tarik nafas dulu lalu tenangkan diri gak usah panik. Hehe..

Jadi begini, jika sejak awal demam sudah disertai batuk dan pilek, sudah jelas ya kita dapat memerkirakan penyakitnya adalah selesma (common cold) dan seharusnya tidak ada kekhawatiran lebih lanjut. Meski tetap harus ingat, tidak disertai tanda kegawatan.

Namun seringkali juga anak terserang demam dengan suhu berkisar diatas 39 derajat celcius dan tidak disertai gejala penyerta lain. Tidak ada batuk, pilek, atau diare. Bagaimana dengan demam yang tidak jelas diagnosisnya ini? Perlukah dibawa segera ke dokter? Apakah patokannya “tepat 3 hari” alias 72 jam? Dan haruskah segera ke laboratorium?

Fever without source (FWS)

Demam dengan suhu > 39 derajat celcius tanpa gejala penyerta yang jelas, berlangsung kurang dari 7 hari, dan terjadi pada anak berusia 3-36 bulan, disebut juga dengan Fever Without Source (FWS). Ada juga yang menyebutnya Fever Without Focus atau Fever with Uncertain Source.

Umumnya, kondisi demam dapat dibagi dua:

  • Anak tampak sakit. Kondisi cenderung lemah dan lesu sepanjang waktu
  • Anak masih relative aktif. Artinya, ketika demam anak tampak lemas dan rewel, tetapi ketika suhu turun anak kembali aktif bermain dan beraktivitas.

Kondisi pertama mengharuskan agr anak segera ke dokter. Tidak perlu memikirkan perlu atau tidaknya pemeriksaan laboratorium, segeralah bawa ke dokter untuk memastikan kemungkinan diagnosisnya.

Sementara, kondisi kedua membuat orangtua seharusnya lebih tenang dalam mengobservasi kondisi anaknya dalam tiga hari, atau bahkan lebih.

Pastikan anak tidak dehidrasi

Hal terpenting yang harus diperhatikan orangtua dalam kedua kondisi demam, justru: pastikan anak tidak dehidrasi atau kekurangan cairan. Ya, peningkatan suhu tubuh jelas meningkatkan risiko penguapan dan terbuangnya cairan tubuh. Itulah sebabnya, semua anak yang demam harus banyak minum. Pastikan anak tidak dehidrasi.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print