Previous
Next
def pic

Anak Mandiri, Hebat atau Kasihan ya?

Kemandirian atau self adaptive merupakan kemampuan seorang anak dalam melakukan tugas bantu diri-nya sehari-hari.  Hal ini sangat sederhana namun berdampak besar pada kemampuan anak dimasa yang akan datang. Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama anak dimana anak menerima nilai-nilai atau value yang dianut oleh orang tua, kebiasaan keluarga, sifat-sifat, dan cara berinteraksi pun dapat diturunkan melalui pola asuh keluarga kepada anak. Sebelum terjun ke lingkungan masyarakat pertama (tetangga, dan sekolah) anak akan menyerap kebiasaan-kebiasaan yang ia peroleh dari lingkungan rumah, dan perilaku yang ditampilkan selama berinteraksi dengan lingkungan merupakan gambaran pola pengasuhan yang diberikan kepada anak.

Saat ini, ternyata kemandirian menjadi hal yang tidak selalu dipandang positif dimata masyarakat, lho. Ketika anak tampil mandiri dan dapat mengerjakan tugas bantu dirinya sendiri, ada orang-orang yang menilai bahwa anak terlihat kasihan, bahkan memberikan komentar seperti ”kok, orang tuanya tega amat sih anaknya bawa ransel sendiri”.  Anak dikatakan matang secara mental dan dikatakan siap untuk bersekolah salah satu faktor yang diukur adalah kemandiriannya. Namun, saat ini banyak orang tua yang mengungkapkan rasa sayang kepada anak dengan cara yang berlebihan atau dalam teori pola asuh dikenal dengan pola pengasuhan yang permissive. Dimana orang tua banyak terlibat dan memberikan bantuan kepada anak sebagai ungkapan rasa sayang kepada anaknya. Sebagai contoh, ketika melihat anak usia 3 tahun yang mandiri, ia duduk dan makan sendiri dengan sendok dan garpunya setelah selesai makan ia menyimpan piring ke dapur. Ketika melihat kemampuan si anak beberapa orang tua akan melihat anak sebagai anak yang mandiri dan pintar karena sudah bisa duduk, makan dan menyimpan bekas makannya sendiri. Kemandirian anak dalam melakukan tugas bantu diri sehari-hari ini tidak begitu saja diperoleh anak, tentunya anak harus memiliki kesempatan untuk melakukan tugas tersebut sehingga terbentuklah pengalaman dan proses belajar dari melakukannya.

Kemandirian anak berkaitan erat dengan seberapa besar kesempatan yang orang tua berikan kepada anak, dan nilai-nilai yang dianut oleh orang tua mengenai wajar dan tidak wajar, baik dan tidak baik yang diturunkan kepada anak. Padahal, anak yang memiliki kemampuan dalam melakukan tugas bantu diri sehari-hari sangat membantu orang tua dimana anak dapat meringankan tugas dan keterlibatan anak dalam melakukan tugas bantu diri sehari-hari dapat memperkaya pengalaman, pengetahuan dan terus mengasah kemandirian anak.  Sedangkan anak yang tidak dibiasakan untuk mandiri biasanya akan miskin pengalaman, pengetahuan dan juga akan cenderung bergantung dengan orang-orang disekitarnya. Oya, ternyata pemberian kesempatan kepada anak merupakan hal yang penting, karena hal ini juga membentuk karakter dan sikap anak tidak hanya saat ini, tetapi juga di masa depan anak akan tampil menjadi anak yang tidak siap menerima tantangan atau dependen kepada orang tuanya.

Jadi, mari kita berikan kesempatan terhadap anak-anak dan menanamkan nilai-nilai positif sehingga anak lebih kaya pengalaman dan juga membentuk karakter anak yang lebih kuat dimasa depan.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print