Previous
Next
Anak-sering-tantrum-di-tempat-umum-1200x817

Anak sering tantrum di tempat umum?

Pernah enggak sih ngeliat anak kecil yang ngamuk di mal, sampe guling-guling menangis dan ibunya terlihat mumet karena enggak tau harus ngapain? Atau jangan-jangan pernah ngalamin sendiri? hehehe..duh ini adalah kejadian yang enggak enak banget.

Bukan Cuma enggak tau harus gimana, tapi kan malu juga dilihatin orang-orang plus menguji kesabaran banget. antara kasihan liat si kecil, dengan keseeeeel banget karena perilakunya. Biasanya terjadi karena apa sih? Karena keinginannya enggak terpenuhi ya?

Tantrum adalah frustrasi

Kalau kata Ibu Devi Sani M.Psi, Psikolog anak dari Klinik Rainbow Castle, tantrum adalah tanda seorang anak merasa frustrasi. Jika tantrum sering terjadi, berarti ada yang salah dengan koneksi kita dengan anak, selama ini. Ada kebutuhannya yang belum kita penuhi.

Kebutuhan ya, Ayah dan Bunda. Bukan keinginan. Karena diluar usia bayi kecil, kebutuhan berbeda dengan keinginan. Kebutuhan yang seringkali tidak terpenuhi berkaitan dengan emosi, antara disayangi, diakui perasaannya, didengarkan dan dipahami. Hal ini perlu ditinjau ulang, dan diperbaiki di lain waktu.

Bedakan kebutuhan dan keinginan

Selain meninjau ulang koneksi antara orang tua dan anak, hal lain yang perlu banget diperbaiki adalah memberikan contoh pada anak, bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan. Tentu saja, dimulai dari diri sendiri. diawali dengan memberi contoh menahan diri, tidak impulsif. Enggak Cuma perkara membeli banyak barang saat ada diskon, namun juga tidak inpulsif bernada tinggi saat marah.

Selain itu, oarng tua juga harus memberi anak ruang untuk belajar bahwa terkadang dalam hidup ini, ia tidak selalu mendapatkan apa yang ia inginkan hanya karena ia ingin. Meskipun artinya telinga orang tua harus menahan kesal mendengar tangisan. Tapi, percayalah, semakin awal ia belajar menerima kenyataan, semakin cepat ia bisa menerima rasa kecewa tanpa teriakan.

Jadilah yang dewasa

Ketika berhadapan dengan anak, hal terpenting yang harus diingat adalah kita ini merupakan pihak yang dewasa. Harus memahami bahwa anak berperilaku negatif bukan karena dia ingin dengan sengaja membuat kita kesal. Lebih kepada, dia emang belum bisa aja mengekspresikan emosinya secara benar. Dia kan masih dalam proses belajar dan otaknya masih berkembang untuk bisa membantu dia mengekspresikan emosi dengan benar.

Berangkat dari pemahaman ini juga kita jadi bisa memahami bahwa setiap situasi negatif dengan anak

Tantrum itu tanda dia frustasi. Jika terjadi onthe spot, ada beberapa pilihan. Salah satunya bawa ia ke mobil dan biarkan ia ungkapkan frustrasinya disitu sambil kita temani tanpa berkata apa pun, cukup 1 kalimat “Iya nak, kamu kesel bgt ya mama gk beliin. Keseeel bgt. Tp tdi sudah janji gk beli mainan”.  Temani sampai frutrasi nya reda. Bisa juga diberi pelukan jika anak tidak memukul2.

Baiknya sebelum pergi buat janji dlu “kita pegi tapi beli makanan aja ya. Kl beli mainan mama gak akan kasih meskipun kmu nangis. Okey nak?”

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print