Previous
Next
Apa-Kata-Mereka-Tentang-Homeschooling-1200x800

Apa kata mereka tentang homeschooling

Januari telah tiba!! saatnya bagi para orang tua dari anak-anak yang mulai besar, daftar-daftar sekolah.

Eh, bahkan sudah ada beberapa sekolah yang telah tutup pendaftarannya ya? Tapi, ada kok yang masih buka sampai Januari ini.

Tapi pernah terpikir gak sih, untuk tidak menyekolahkan anak dan memilih untuk homeschooling saja di rumah? nah, kemarin, kami sempat tanya-tanya sedikit dengan para bunda di Taman Main Daycare. Mau tau apa kata mereka tentang homeschooling?

Berikut ini curhatannya…

“Mau sih bisa total di hobi. Dan enggak kenal bullying di sekolah. tapi inget dulu jaman sekolah seru, kasian amat perasaan enggak ngerasain.” (N, bunda K)

“Belum kepikiran sih untuk homeschooling. Karena selain butuh waktu dan bekal untuk jadi guru homeschooling, kepinginnya S juga sosialisasi dan adaptasi dengan lingkungan..” (S, bunda S)

“Kalo aku gak kepikiran sama sekali buat homeschooling. Malah pengennya Y sekolah di sekolah negeri/swasta. Dan yang umum gitu, supaya dia bisa belajar sosialisasi dan kenal sama semua lapisan sosial-agama. Agak serem sih sama bully, tapi dia juga harus belajar cara menghadapinya.

Buat problem solving juga dan persiapan menghadapi kerasnya dunia yang kejam ini. Malah kepikirannya dimasukin pesantren juga. Tapi gak tau ini mah tega gak tega. Karena jauh dari rumah dan metode belajarnya juga kan beda juga.” (A, Bunda Y)

“Pernah banget terbersit homeschooling. Karena setelah survei ke berbagai sekolah, gak ada yang 100 persen memennuhi kriteria. Aku sempat ikutan beberapa course untuk mendidik anak tanpa melalui sekolah formal. Tapi ternyata akunya gak bisa bener-bener konsisten. Di saat-saat tertentu semangat, saat-saat lainnya tenaga kayak habis gitu deh..” (G, bunda G)

“Sebenernya dari lubuk hati aku yang paling dalam, pengen banget. malah pengennya unschooling mengingat mahalnya biaya sekolah jaman now. Apalagi yang Montessori-montessori gitu. Cuma sepertinya mama dan ayah belum capable memfasilitasi kalau urusan unschooling..” (A, bunda A)

“Kalau homeschooling sih enggak. Karena lingkungan kan membentuk karakter anak juga ya (dengan segala plus minusnya), yang penting orang tua selalu mengawal dan melihat juga lingkungan yang ada di sekitar anak-anak. sosialisasi dengan teman sebaya, junior dan senior juga bisa buat anak kenal dan belajar kompetisi..” (A, bunda Q)

Semua ibu ini memang ibu bekerja, dengan usia anak balita.

Kalau menurut psikolog anak, Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan dengan sistem pembelajaran home schooling, antara lain adalah:

  • Customized, dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anak serta kondisi orang tua
  • Dapat memaksimalkan potensi anak bahkan semenjak usia dini
  • Memberikan peluang kepada anak utnuk bisa mandiri dan kreatif secara individual, yang mana tidak akan didapatkan dalam sekolah-sekolah umum.
  • Kemampuan untuk bergaul dengan orang tua serta orang yang berbeda usia
  • Lebih siap terjun ke lingkungan sosial yang lebih luas, hal ini karena materi pembelajaran memang kegiatan sehari hari
  • Kesesuaian dalam pertumbuhan nilai anak dengan kondisi keluarga
  • Terhindari dari pergaulan yang menyimpang
  • Biaya pendidikan dapat disesuaikan dengan kemampuan orang tua.

Meskipun memiliki banyak kelebihan, namun sayangnya ada beberapa kekurangan dari model home schooling ini antara lain adalah:

  • Dibutuhkan komitmen serta keterlibatan yang cukup tinggi dari orang tua
  • Sosialisasi pada teman-teman yang seumur lebih rendah
  • Adanya resiko kurangnya kemampuan untuk bisa bekerja di dalam sebuah tim

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print