Previous
Next
def pic

Bagaimana Menyikapi Obsesi dan Bakat Minat Anak

Cukup ramah ditelinga saya tentang orangtua yang memaksakan kehendaknya kepada anak. Contohnya: orangtua memiliki obsesi terhadap kemampuan bahasa asing tertentu, dan memproyeksikan minatnya kepada anak. Orangtua berambisi untuk mengikutsertakan anaknya dalam kursus bahasa tertentu. Hal ini sangat bisa terjadi, sebagai orangtua tentunya kita ingin anak-anak kita berkembang dengan lebih baik dibandingkan saat kita kecil. Ada banyak hal yang tidak bisa dilakukan saat kecil dan memungkinkan dilakukan oleh anak saat ini dengan mudah kita pun mengarahkan anak untuk menekuni bidang yang kita ingin tekuni dengan harapan anak akan berhasil menguasai bidang tersebut.

Padahal, tanpa disadari orangtua memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak. Dengan memperlakukan anak seperti itu dapat mengikis kemandirian anak, dan menumpulkan inisiatif pada anak karena orangtua mengarahkan dan memutuskan segala sesuatu bagi anak. Selain anak menjadi bergantung pada setiap keputusan orangtua, anak juga menjadi tidak percaya diri pada apa yang ia lakukan karena ia terbiasa diarahkan dan dibantu dalam mengambil keputusan. Anak tidak mengenal dirinya sendiri, ia tidak tahu apa yang ia sukai, ia inginkan dan ia ingin kembangkan dari dalam dirinya.

Jika ditinjau lebih dalam lagi, anak akan merasa dirinya tidak didengarkan , tidak berhak untuk menyatakan perasaannya, dan anak menjadi ragu-ragu ketika dihadapkan dalam situasi dimana ia harus mengambil keputusan saat ia dewasa nanti. Lalu bagaimana baiknya kita sebagai orangtua menyikapinya?.

Pertama, memberikan pola pengasuhan yang demokratis dan terbuka. Orangtua mengarahkan namun tetap mendengarkan apa yang anak sukai, atau menanggapi ide dan perasaannya. Kedua, seiring dengan bertambahnya usia anak maka orangtua harus bisa menyesuaikan cara pendekatan terhadap anak khususnya dalam berkomunikasi. Anak yang sudah memasuki usia sekolah dasar akan jauh lebih ekspresif dan juga logis dalam mengekspresikan ide dan perasaannya, sehingga pengasuhan yang otoriter atau tertalu mengarahkan akan kurang efektif untuk sebagian anak yang beranjak memasuki usia dewasa. Ketiga untuk anak dibawah usia 6 tahun lebih baik jika anak mengeksplor dirinya dalam berbagai bidang. Perpindahan aktivitas anak dari satu bidang ke bidang lain merupakan tanda kesiapan anak belajar terhadap berbagai hal. Ketika anak merasa cukup dengan satu kegiatan ia akan langsung beralih ke kegiatan lainnya. Tandanya anak memiliki keingintahuan yang tinggi dan inisiatif untuk mempelajari hal baru.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print