Previous
Next
Bagaimana-sekolah-mendukung-gizi-anak

Bagaimana sekolah mendukung gizi anak?

Kita semua pasti tau dong, anak-anak yang makan lebih sehat dan bergerak lebih banyak, akan menunjukkan performa yang lebih baik di sekolah. Bahkan nih ya, studi menunjukkan bahwa anak sehat biasanya nilainya lebih bagus, jarang absen, dan berperilaku lebih baik di kelas, lho.

Jadi jelas dong ya, aktifitas fisik dan nutrisi di sekolah sebetulnya bukan hanya bentuk istirahat dari kegiatan akademik. Justru merupakan investasi demi mewujudkan performa akademik yang lebih baik.

Tom Vilsack, Menteri Pertanian AS bahkan menegaskan bahwa setiap anak muda harus memersiapkan diri dengan baik, menjelang perekonomian dunia yang sangat kompetitif. Karena itu, modal pertama yang harus dimiliki adalah kesehatan. Mereka membutuhkan nutrisi yang baik, dan akses terbaik menuju makanan sehat di sekolah, dan di rumah agar dapat mengembangkan potensi dirinya.

Sekolah berperan penting

It takes a village to raised a genius, bukan? Jadi peran penting performa akademik, sikap dan potensi anak tak hanya berada di tangan orang tua. Sekolah juga memegang tugas penting untuk menjaga kebutuhan anak.

Lagipula 95 persen anak di usia setelah balita (bahkan sejak balita) dan remaja, pergi bersekolah. Makanya, diluar waktunya di rumah, sekolah adalah tempat anak menghabiskan sebagian besar waktunya.

Bergerak!

Para ahli merekomendasikan setiap anak mendapatkan setidaknya 60 menit kegiatan fisik setiap hari. sebetulnya hal ini menguntungkan banget lho, kalau diterapkan di sekolah setiap hari. bukan hanya sebagai bentuk mendukung kesehatan anak agar tetap terjaga setiap hari, namun juga membantu para guru agar anak-anak murid fokus mengikuti pelajaran di kelas.

Studi kasus mengenai hal ini pernah dilakukan di sebuah sekolah dasar, di Capital Heights, Maryland AS. Jadi, bertahun-tahun hasil tes anak-anak di sekolah itu stagnan terus dan tidak ada kemajuan. Akhirnya sekolah tersebut menerapkan kegiatan olahraga pagi, kelas dance, dan bahkan 10 menit istirahat pelajaran untuk melakukan aktivitas fisik.

Kini, hasil tes anak-anak meningkat signifikan, dan guru-guru memastikan bahwa hal tersebut tidak terjadi begitu saja karena kebetulan. Kegiatan fisik, mengajak anak-anak bergerak setiap hari-lah yang menyebabkan nilai anak-anak lebih tinggi.

Sekolah menyediakan sarapan? Kenapa tidak!

Kehadiran anak di kelas tentunya penting banget dong, biar dia gak ketinggalan pelajaran. Tapi, kalau sering sakit. Sebentar-sebentar pilek, misalnya. Sayang-sayang dong ya? Nah, tau gak sih yang berdampak signifikan pada kehadiran anak di kelas? Makanan!

Makanan yang dikonsumsi anak memegang peranan penting apakah anak akan menunjukkan sikap yang atentif atau justru sering terdistraksi ketika mengikuti pelajaran di kelas. Terlalu banyak gula, misalnya. Bisa membuat anak-anak sugar rush dan justru tidak konsentrasi di kelas.

Makanya, Robert Lewis, direktur Nutrition Service di El Monte School District, California, AS memuji Durfee School yang menyediakan sarapan sehat di sekolahnya. Sebab, sejak diberlakukannya sarapan sehat, angka statistik menunjukkan bahwa anak-anak hadir setiap hari, tepat waktu dan konsentrasi ketika di kelas.

Sekolah yang berkomitmen untuk menjalankan kegiatan operasional sekolah dengan lebih efektif, dan anak-anak yang sehat akan memilih untuk menyediakan sarapan. Karena sudah terbukti meningkatkan kesehatan tiap anak, mengurangi kemungkinan obesitas dan yang terpenting meningkatkan performa akademik setiap anak.

Camilan sehat

Berada di sekolah setengah hari, sering membuat anak-anak lapar. Apalagi kalau banyak bergerak, ditambah aktifitas belajar yang melelahkan. Camilan, biasanya menjadi solusi yang tepat. Namun sayangnya, camilan identik dengan makanan yang terlalu manis, buatan pabrik, atau bahkan mengandung bahan-bahan kimia yang tidak sehat.

Menyiapkan camilan yang mudah, murah dan sehat tidak sulit kok. Sekolah bisa saja menyediakannya untuk dinikmati anak-anak di waktu istirahat. Oke, tentu saja sekolah enggak bisa bergerak sendiri ya.  Sekolah dan keluarga harus berjalan beriringan dalam komitmen Bersama untuk menjaga kesehatan anak.

Sarapan sehat, camilan sehat, banyak kegiatan fisik adalah hal yang bisa dilakukan di sekolah dan dilanjutkan dirumah. sambil, tentunya, ditambah limpahan cinta dan tidur cukup serta kebiasaan-kebiasaan baik di rumah.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print