Previous
Next
Banyak-Minum-Cegah-Dermatitis-Atopi

Banyak Minum Cegah Dermatitis Atopi (DA)

Kasus-kasus alergi yang mengakibatkan masalah kulit pada anak, selalu bikin rungsing ibu-ibu. Setuju? Soalnya anak jadi rewel, dan garuk-garuk yang bikin geregetan, karena semakin digaruk ya jadi luka dan malah tambah perih.

Tapi tau gak sih, kata dr Arifianto SpA, salah satu cara yang efektif untuk mencegah atau mengendalikan DA atau eczema adalah dengan memberikan anak cukup minum? Kok bisa? Ya dong, soalnya biar menjaga kulitnya agar tetap lembab. Ini paling dibutuhkan anak.

Jadi Cuma itu? tentu enggak. Sebelum bicara soal pencegahan dan pengendalian, kita tentunya harus kenal dulu apa sih DA? Apa bedanya dengan eczema? Dan yang terpenting, apa penyebabnya?

Apa itu DA?

Kata Dokter Apin, secara harfiah, dermatitis artinya peradangan pada kulit sehingga menjadi kemerahan dan kadang nyeri. Sementara atopi berkaitan dengan kondisi hipersensitif tentang pencetus alergi dari lingkungan, seperti serbuk sari (pollen), jamur/cendawan, debu, bulu hewan dan makanan-makanan tertentu.

Bedanya DA dengan Eczema (eksim)?

DA adalah salah satu jenis eksim. Makanya penyakit ini kadang disebut eksim, meskipun ada juga yang menggolongkannya sebagai penyakit yang berbeda. sebab biasanya anak dikatakan mengalami eksim jika kulitnya menjadi merah, teritasi dan kadang disertai dengan bintil-bintil dengan cairan di dalamnya.

Baik DA maupun tipe-tipe eksim lainnya dapat terjadi pada bayi, balita dan anak-anak berupa kemerahan di kulit yang terasa gatal. DA dianggap merupakan keadaan kronik, artinya berlangsung lama sampai bertahun-tahun, sampai usia remaja, bahkan dewasa.

Seperti apa sih DA?

Biasanya bermula dari wajah, kadang di siku dan lutut lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya. Biasanya kulit Nampak merah, kering dan bersisik lalu muncul bekas garukan.

Nah kalau kulit terinfeksi, timbullah krusta (bekuan darah) kekuningan, atau bintil-bintil kecil keputihan (berisi nanah). Seiring dengan seringnya digaruk, kulit makin menebal.

Ruam atau kemerahan di bellakang kedua telinga, kaki dan kulit kepala juga bisa jadi merupakan DA. Dan biasanya tidak mereda dalam beberapa hari atau minggu, bisa mereda sesaat, lalu kambuh lagi. Karena terasa gatal, anak-anak cenderung menggaruk sampai kadang terluka.

Penyebabnya apa ya?

Seringkali anak-anak yang mengalami eksim, memiliki anggota keluarga lain yang memunyai asma, rinitis alergi dan berbagai jenis alergi lainnya. Bahkan separuh anak yang mempunyai eksim, berisiko mengalami asma atau rhinitis alergi pada kemudian hari.

Namun, eksim sendiri bukan alergi, tetapi allergen bisa jadi mencetuskan reaksi alergi berwuju eksim. Nah, yang dianggap paling sering mencetuskan eksim adalah:

  • Kulit kering

Menjadikannya kasar, bersisik, rapat dan mudah kambuh eksim nya

  • Bahan-bahan iritan

Dari produk-produk yang digunakan sehari-hari dan membuat kulit anak gatal, kering, merah dan terasa terbakar. Misalnya sabun cucu, deterhe, sampo, sabun. Bahkan beberapa bahan alami seperti jus buah, sayur dan daging bisa mengiritasi kulit ketika disentuh.

  • Stress emosional

Akibat marah, tertekan atau takut.

  • Suhu lingkungan panas dan keringat di tubuh anak

Membuat kulit menjadi kering dan gatal. Apalagi kalau mengenakan pakaian tebal dan berlapis, anak beraktivitas sampai berkeringat banyak atau keluar dari lingkungan yang tidak panas ke udara panas.

  • Infeksi

Kuman berupa virus atau bakteri yang memperburuk keluhan eksim sebelumya.

  • alergen

serbuk sari, tungau debu rumah atau bahkan makanan.

Cegah atau kendalikan eksim dengan:

  1. hindari mandi dengan air hangat/panas terlalu sering, karena akan membuat kulit makin kering
  2. gunakan sabun lembut atau pembersih badan non sabun untuk mandi
  3. hindari sabun yang berparfum
  4. hindari meggosok atau menggaruk badan anak berlebihan setelah memandikannya. Cukup keringkan dengan handuk
  5. berikan pelemban atau krim kulit anak secara teratur, setelah mengeringkan badannya dengan handuk
  6. kalau terasa gatal, kompres dengan handuk basah dingin
  7. pastikan kuku anak selalu pendek sehingga tidak menggaruk dan membuat luka
  8. kenakan pakaian dengan bahan lembut yang tidak bikin gatal
  9. kenali bahan-bahan iritan dan lakukan penghindaran
  10. atasi penyebab stress dan buat anak merasa gembira
  11. jaga daya tahan tubuh anak sehingga tidak mudah terinfeksi kuman
  12. hindari karpet dari kamar tidur anak, cuci piyama tidur mneggunakan air panas, jaga kebersihan rumah
  13. berikan anak cukup minum, untuk menjaga kulitnya tetap lembab.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print