Previous
Next
def pic

Batuk bukan gejala utama TB pada Anak

Kita sering sekali mengasosiasikan batuk yang tidak kunjung sembuh merupakan gejala TB. Termasuk TB pada anak. Padahal, menurut dr Arifianto tidak demikian.

Kata Dokter Apin, meski menjadi gejala utama TB pada dewasa, batuk bukan merupakan gejala TB pada anak. Bahkan, jangan terlalu mudah pula mencurigai anak sakit TB karena berat badannya yang sukar naik. Mayoritas gejala TB, khususnya TB paru (sebagai jenis TB terbanyak pada semua usia), tidak spesifik.

Gejalanya bisa berupa:

  • Demam lebih dari 2 minggu
  • Berat badan yang tidak kunjung naik bahkan turun sampai melintasi 2 garis pada kurva pertumbuhan
  • Batuk
  • Bahkan diare

TB yang spesifik pada organ tertentu, gejalanya lebih khas, misalnya kejang dan penurunan kesadaran sebagai gejala meningitis TB.  Atau bisa juga bongkok pada tulang belakangg pada spondilitas TB, dan sesak nafas jika TB milier dan pneumonia TB.

Mengingat sulitnya membuat diagnosis TB pada anak, maka Ikatan Dokter Indonesia (IDAI) dan WHO membuat system skoring seperti ini:

Seorang anak dicurigai sakit TB dan dipertimbangkan untuk mulai mendapatkan terapi obat anti TB apabila mencapai skor 6.  Sistem ini juga menunjukkan kecurigaan utama seorang anak terkena TB adalah jika ia mempunyai kontak erat atau tinggal satu rumah dengan orang dewasa yang sakit TB. Dan dibuktikan dengan ditemukannya kuman TB pada pemeriksaan dahak orang dewasa tersebut.

Artinya, kecil kemungkinan seorang anak bisa didiagnosis TB, jika tidak punya riwayat kontak dengan penderita TB dewasa.

Uji tuberkulin

Pemeriksaan yang paling ideal dalam menunjang diagnosis TB adalah menemukan kuman TB pada pemeriksaan dahak. Tetapi kan sulit sekali bagi seorang anak untuk mengeluarkan dahaknya sendiri. Maka, dilakukanlah upaya lain untuk membantu membuktikan kecurigaan akan TB yaitu dengan uji tuberculin dan foto rontgen dada.

Uji tuberkulin itu adalah menyuntikkan kuman TB yang sudah dilemahkan ke dalam kulit seorang anak, untuk merangsang reaksi antibodi. Kalau si anak pernah terinfeksi bakteri penyebab TB, uji ini bisa menimbulkan reaksi di kulit berupa terbentuknya benjolan, sebagai bentuk reaksi adanya antibodi terhadap kuman TB.

Untuk dikatakan positif dicurigai adanya infeksi TB, ukuran diameter benjolan yang terbentuk sekkurang-kurangnya 10 milimeter.

Pemeriksaan  lain adalah foto rontgen dada dua posisi, yaitu dari depan atau belakang dan dari samping. Foto harus dikerjakan dari dua posisi tidak cukup hanya satu posisi, karena yang dicari adalah gambaran pembesaran kelenjar getah bening yang baru tampak pada pemeriksaan foto lateral (samping).

Nah, dua jenis pemeriksaan penunjang ini, dikombinasikan dengan parameter-parameter lain di dalam sistem skoring dapat menyimpulkan ada/tidaknya sakit TB pada anak.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print