Previous
Next
Bayi-kecil-yang-Belekan-1200x795

Bayi kecil yang Belekan? Aduh!

Kalau baru saja memiliki anak, kepanikannya pasti ada-ada saja deh. bayinya belum disendawakan sudah ketiduran, panik. Bayinya gumoh, panik. Bayinya tidur terus, panik. Bayinya nangis terus, panik. Nah, bayinya belekan, biasanya menjadi salah satu alasan ayah dan bunda muda menjadi panik.

Padahal, kadang-kadang memang kita melihat mata bayi tiba-tiba tertutup rapat saat bangun tidur dan penuh dengan kotoran mata. Tidak jarang juga produksi kotoran mata menjadi lebih banyak tanpa sebab, tanpa disertai mata merah. Atau kedua mata lebih banyak berair, tanpa disertai mata merah.

Nah, dr Arifianto SpA, mengatakan bahwa umumnya kondisi ini dijumpai pada bayi dibawah satu tahun dan lebih dari 90 persennya menghilang dengan sendiriya ketika berusia satu tahun tanpa tindakan khusus. Inilah yang disebut sumbatan kelenjar air mata.

Penyebab sumbatan kelenjar air mata

Jadi, awalnya disebabkan oleh sistem aliran air mata yang belum terbentuk sempurna saat bayi lahir (dakriostenosis) dan dalam perjalanannya mengalami sumbatan oleh penyebab yang tidak jelas. Penyebab lainnya yang dialami mayoritas bayi baru lahir adalah saluran air mata yang terlalu sempit.

Umumnya, gejala-gejala timbul sejak baru lahir sampai usia dua belas minggu. Antara lain mata yang banyak berair, meskipun tidak menangis (epifora) dan mata tertutup kotoran yang lengket saat bangun tidur.

Hilang sendiri

Keadaan ini sebetulnya akan menghilang sendiri, atau dibantu dengan melakukan pijatan halus pada daerah saluran air mata oleh orang tua di rumah. Konsultasikan ke dokter jika mata terus-menerus berair meskipun tanpa tanda-tanda infeksi (mata merah), atau sudah terjadi infeksi yang ditandai dengan mata merah, terdapat nanah, atau bengkak.

Jika tidak ditangani segera, dikhawatirkan akan terjadi abses yang membutuhkan tindakan pembedahan.

Beri pijatan

Ayah dan bunda bisa lho, membantu menghilangkan sumbatan dengan melakukan pijatan lembut menggunakan kedua ibu jari, yang bergerak mulai dari pinggir hidung di sisi sudut mata ke bawah menyususri sisi hidung.

Gerakan ini dapat dilakukan berulang kali dalam sehari. Tapiiii…jangan lupa ya, mencuci tangan sebelum melakukan pijitan kepada bayi. Jika infkesi terjadi, dokter akan meresepkan antibiotik tetes atau salep mata.

Bila mata terus-menerus berair sampai bayi berusia enam-delapan bulan, maka konsultasikan ke dokter mata untuk dilakukan pembedahan.

Semoga enggak perlu, yaa…

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print