Previous
Next
bayi-kuning-1200x600

Bayinya kuning! (Sudah bikin panik atau belum?)

Tulisan ini dibuat untuk bikin orang tua panik! Hehehe…enggak kok. Karena, tau gak sih? Sekitar 60 persen bayi mengalami kuning dan mayoritas dapat dikategorikan wajar/ normal, lho! tetapi, jika terjadi pada usia 2-14 hari.

Kuning pada bayi itu apa sih sebetulnya? Jadi, kalau kata Dr Arifianto dalam bukunya berteman dengan demam, kuning pada bayi baru lahir disebabkan oleh kadar bilirubin (biasanya bilirubin indirek) yang tinggi. Akibat hati bayi belum mampu “membuang” bilirubin secara sempurna. Loh kok? Iya, soalnya kan ketika masih berupa janin dalam kandungan, hati sang ibu yang mambuang bilirubin bayi. Tapi ketika lahir, bayi harus melakukannya sendiri.

Nahh, kadarnya yang melebih ambang normal akan memberikan warna kuning pada kulit dan bagian putih mata. Kondisi ini juga disebut jaundice. Umumnya kuning terjadi secara berurutan dari kepala sampai ke kaki.

Kuning wajar dan tidak wajar

Kadar tertinggi bilirubin biasanya terjadi pada usia 3-5 hari. kuning yang tidak wajar adalah; jika kuning terjadi dalam 24 jam pertama kelahiran bayi, atau menetap sampai lebih dari dua minggu. Kalau terjadi seperti ini, maka bayi perlu diperiksa darahnya untuk mengetahui kadar bilirubin total dan menentukan perlu atau tidaknya penanganan lebih lanjut.

Sementara, kuning yang wajar sebagiiannya disebabkan oleh konsumsi ASI yang kurang (breastfeeding jaundice). Pastikan bayi menyusu sebayak 8-12 kali dalam sehari, atau setiap 2-3 jam. Cara paling mudahnya adalah membiarkan bayi baru lahir menggunakan popok kain tipis, agar ketahuan berapa kali pipis dalam satu hari. soalnya, dengan produksi berkemih yang cukup artinya ASI pun cukup.

Eh tapi, konsumsi ASI yang cukup pun dapat menyebabkan kuning sih. Namanya breastmilk jaundice. Tapi, kondisi ini bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Terjadinya jika kuning menetap sampai dua minggu, tapi bayi tampak sehat dan berat badan naik sesuai harusnya, serta pola BAB dan BAK normal.

Terapi sinar atau jemur matahari?

Kalau sudah tidak wajar, maka bayi emang membutuhkan terapi sinar (phototherapy) soalnya kalo enggak, berisiko menimbulkan kernicterus yaitu kerusakan otak akibat bilirubin yang menembus melewati sawar darah-otak. Resiko berikutnya adalah palsi serebral (keterbelakangan mental dan umumnya terjadi gangguan motorik) hingga gangguan penglihatan/pendengaran yang sulit dikembalikan fungsinya.

Tetapi, menjemur bayi juga tidak direkomendasiikan karena kadar ultraviolet yang tidak terukur dan potensi kulit bayi terbakar sinar matahari. Apalagi biasanya dijemur dengan telanjang dibawah sinar matahari langsung.

Tapi ingat, terapi sinar hanya dibutuhkan ketika kuning tidak wajar ya. Jadi jangan panik..

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print