Previous
Next
Belajar-Membaca-Sejak-Dini-1200x695

Belajar Membaca Sejak Dini

Kemampuan membaca dan menulis adalah modal penting yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Tetapi kapan sebetulnya seseorang bisa mulai belajar membaca? Kan katanya kalau dimulai dari kecil bisa berbahaya dan membuat anak jera, enggak mau membaca lagi di usia besar nanti.

Mengenal konsep membaca

Diperkenalkan dengan membaca, bukan hal yang salah. Bahkan bisa dimulai sejak anak masih dalam kandungan. Yang salah adalah dipaksa, apalagi kalau sampai dihukum, duh sedihnya. Nah, sebelum mulai terjadi kontroversi, ada satu hal nih yang harus kita samakan dulu mengenai membaca. Biar gak kesel aja sih.

Menurut praktisi Montessori, Vidya Dwina Paramita, Membaca itu adalah memahami makna. Tidak sekadar membunyikan huruf. Iya kan? Masa iya anak belajar membaca i-ni i-bu bu-di ajaaa terus. Siapa sih budi ini? Lalu kenapa kita harus tau ibunya? Hehehe..

Makanya, sebelum mulai dengan INI IBU BUDI, kita mulai dulu dengan tahap awalnya.

Tahap pra-membaca

Jadi, yang dimaksud dengan tahap pra-membaca ini adalah kegiatan untuk membantu anak mengenal konsep paling penting dari membaca; memahami makna. Karena itu, kegiatannya adalah: dongeng, membacakan cerita, bernyanyi, bermain peran dan mengenal kata-kata berima.

Dengan kegiatan-kegiatan ini, anak belajar kosakata, mengenal huruf dan memahami cerita. Kalau usianya masih kecil banget, bacain buku bisa dengan Bahasa sendiri yang mudah dipahami anak. tapi nanti kalau anak sudah mulai besar, kata didalam buku bisa ditunjuk-tunjuk agar anak juga terbiasa memahami kata tersebut dibacanya seperti apa.

Dengan membacakan buku kepada anak juga membuat anak merasa bahwa membaca itu merupakan kegiatan menyenangkan. Sembari menstimulasi logika berpikir dan memerkaya kosakatanya, dong. Nah, kegiatan yang kelihatannya sederhana ini merupakan tahap belajar membaca. Jadi boleh kan dimulai dari usia kecil?

Oke, lanjut.

Tahap Teknis Membaca

Ketika anak sudah mulai memahami makna, mengenal kosakata, lancar bicara, maka mulailah masuk ke teknis ini. Kegiatan-kegiatannya juga enggak perlu susah kok. Bisa dimulai dengan huruf raba, konsep huruf awal, huruf lepas. Iya, jadi kenalan dengan bapak dan ibu huruf satu persatu. Mengenal huruf vocal dan konsonan, serta cara penyebutannya.

Nanti setelah mengenal satu persatu, mulailah belajar membangun kata, membuat kotak baca, menggunakan kalimat. Mulai terlihat susah ya? Enggak kok sebenarnya, karena dilakukan dengan cara apa saja yang sesuai dengan kesukaan anak. lho, iya dong. Kan harus jadi pengalaman menyenangkan dan bermakna.

Misalnya bermain sembunyikan huruf, untuk anak yang Sukanya belajar sambil terus bergerak. Atau bermain tebak kata dengan flash card. Banyak kok caranya. Bahkan, menurut Psikolog Rainbow Castle, Devi Sani M.Psi, pengenalan sederhana seperti pengenalan bentuk sebenarnya langkah awal anak untuk mulai bisa membaca. Mengajak anak bermain mencuci baju dengan tangan sebenarnya langkah awal pengenalan anak untuk kemampuan menulis.

Karena yang perlu diingat adalah pengenalan baca tulis tidak hanya dengan worksheet. Ada banyak cara lain yang lebih menyenangkan. Guru yang baik mengajarkan anak baca-tulis adalah yang punya berbagai strategi bukan hanya 1 strategi.

Namun demikian, setelah usia 6-7 tahun tahun anak belum bisa baca tulis sama sekali, orangtua bisa membawanya ke psikolog, ya.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print