Previous
Next
images

Berbagai Fakta Tentang Sayur

By: Dr Tan Shot Yen

Tau gak? Ternyata, rendahnya asupan sayur dan buah merupakan 10 penyebab utama kematian di dunia. Jadi, menurut Global Burden of Disease Study, di seluruh dunia terjadi 3,4 juta kematian per tahun disebabkan karena rendahnya konsumsi buah dan 1,8 juta kematian per tahun akibat rendahnya konsumsi sayur. Bahkan, menurut kemernterian kesehatan Republik Indonesia, 80 persen penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, serangan jantung dan stroke disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, pola makan yang “berantakan”.

Pernah dengar kebijakan “Isi Piringku” yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia? Di kebijakan ini, anjuran separuh isi piring berupa sayur dan buah tentu perlu mendapatkan sambutan sekaligus tindakan nyata. Tapi, sayur seperti apa ya? Apakah sayur lodeh atau dua sendok capcay goreng dalam nasi kotak dianggap sejajar dengan karedok?

Apakah pemahaman tentang konsumsi sayur dan buah sudah sesuai dengan tujuannya, atau malah terpental jauh?

Sayur amat bermanfaat

Sayur yang dimakan secara teratur, konsisten dengan cara olah yang benar, dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari (bukan hanya dimakan saat ada tujuan tertentu seperti ingin menguruskan badan atau berharap menyembuhkan penyakit) pastinya mempunyai nilai positif yang tak tergantikan oleh jenis makanan lain.

Berbagai studi telah membuktikan manfaat sayur sebagai pemelihara kesigapan otak dan kebugaran tubuh serta daya tahan kekebalan tubuh. Apalagi sih manfaat sayur?

Sayur sebagai sumber kalsium

What? Bukannya susu yang banyak kalsiumnya? Kok sayur sih?

Nah ini juga dijelaskan oleh Dokter Tan. Kandungan kalsium dalam susu sapi (cair, utuh) adalah 143 mg/100 gram, sedangkan tepung susu skim (yang sering dijadikan bahan baku susu bubuk di pasaran) adalah 1300 mg kalsium/100 gram. Jumlah tersebut terlalu banyak. Bukan hanya itu, ternyata kandungan kasein dalam susu sapi pun 300 kali lebih tinggi. Bagus dong? Kata siapa?

Kan kasein itu dibutuhkan untuk tulang sapi, yang jauh lebih kuat dan lebih besar daripada tulang manusia. Nah yang lebih buruknya adalah; penggumpalan kasein dalam saluran cerna manuusia sulit untuk dicerna. Dampaknya bukan hanya sembelit, namun membuat kita mengalami gangguan penyerapan zat gizi lainnya yang penting.

Jadi, kandungan kalsium dalam selada dan teman-temannya lebih baik dan dibutuhkan oleh tubuh manusia. Bayangkan peneliti Harvard university di Amerika Serikat membuktikan pada 72 ribu perempuan yang mengonsumsi 1 porsi atau lebih selada jenis apapun ternyata mempunyai risiko patah tulang panggul terendah.

Sayur sebagai sumber kalium (potasium)

Lho kok? Bukannya pisang? Kan sering banget tuh ya disebutin bahwa pisang yang paling tinggi potassium nya. Ternyata enggak lho. Justru nilai glikemik indeksi dalam pisang sangat tinggi sehingga cepat diubah menjadi gula. Dampaknya, bukan saja mempertahankan kegemukan, tapi begitu gula darah melonjak maka insulin akan meningkat pula.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print