Previous
Next
Berlebih-lebihan-1200x600

BERLEBIH – LEBIHAN

Kolak ? gorengan? Es buah? Es kelapa? Kolang kaling? Ini baru makanan pembuka untuk ta’jil

Selanjutnya makanan utama ada nasi, ayam goreng, sayuran, tahu goreng, tempe goreng, sambal, lalab, mie goreng, sate, rendang, sup kepala ikan ?

Sehabis pulang shalat tarawih, ada makanan penutup. Kue-kue manis, coklat, permen, es krim?

Di Indonesia kita terbiasa menjadi sangat heboh dalam mempersiapkan hidangan berbuka. Kalau memang untuk dimakan dan bisa habis, tidak masalah. Namun seringkali makanan yang banyak ini, hanya dicicip sedikit. Sisanya jadi tidak termakan dan mubazir. Alasan para ibu biasanya, soalnya anak yang minta. Kasian karena sudah berpuasa, apa yang diminta akan dibelikan. Sebagai hadiah sudah bisa berpuasa seharian. Atau alasan karena suami sudah terbiasa dan meminta setiap berbuka, hidangan harus lengkap. Akan ada seribu alasan sebenarnya, namun satu hal yang harus diingat. Dalam semua kegiatan kita, sebagai muslim. Harus mengikuti Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Berikut adalah ayat Quran nya

 

وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Makan dan minumlah kalian, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A`raaf : 31)

 

Berkata Ibnu Jureij dari `Atho` bin Abi Rabaah :

“Mereka dilarang dari sikap berlebih-lebihan dalam segala sesuatu”

 

Mengapa Islam melarang kita untuk bertindak berlebihan? Khususnya soal makanan dalam hal ini, karena kita sedang membahas cara berbuka puasa yang berlebih-lebihan. Yang pertama tentunya dari segi kesehatan, apabila kita makan tanpa batas, perut bisa sakit karena kekenyangan. Berat badan terus meningkat, obesitas, sumber segala penyakit adalah kegemukan (karena kolesterol, diabetes akan lebih mudah datang akibat kegemukan). Yang kedua, apabila kita terlalu kekenyangan maka akan menjadi malas bergerak, malas untuk jalan ke mesjid untuk shalat tarawih, malas bergerak bahkan untuk shalat di rumah, seringkali jadi mengantuk dan tertidur. Padahal di bulan suci Ramadhan ini, pahala dari Allah SWT sedang di obral. Seharusnya kita berlomba dalam melakukan ibadah, bukan berlomba dalam makanan. Yang ketiga, karena di dalam harta kita ada sebagian milik orang lain. Apabila kita makan secukupnya, tidak ada yang terbuang. Maka akan ada sisa uang untuk disedekahkan berbagi makanan dengan yang lebih membutuhkan.

Sebagai perhitungan saja ya, kalau setiap berbuka puasa kita membuang makanan senilai Rp 50.000 saja. Berarti dalam satu bulan selama bulan puasa, kita membuang Rp 1.500.000. Sementara untuk orang yang kekurangan, sekali makan 1 porsi makanan adalah Rp 10.000. Artinya dengan uang yang kita buang bisa memberi makan 150 orang fakir miskin. Bayangkan 150 orang lho ! Banyak sekali ..  Kita bisa berbagi kebahagiaan dengan orang sebanyak itu. Belum lagi pahala dari berbagi di bulan puasa, akan mendapatkan pahala berkali-kali lipat.

Sebagai ibu yang mengatur urusan masak-memasak di rumah. Ibu lah yang memiliki kekuasaan untuk mengatur menu dan memilih makanan yang akan dimakan oleh seluruh keluarga. Khusus di bulan Ramadhan tahun ini, coba untuk melakukan perubahan.

  1. Untuk ta’jil siapkan kurma dan potongan buah
  2. Minuman saat berbuka akan lebih sehat meminum air putih hangat
  3. Inti nya adalah mengurangi asupan gula dalam makanan dan minuman ta’jil sehingga badan kita tidak kaget saat berbuka puasa
  4. Makanan utama siapkan nasi, lauk protein, dan sayuran. Kalau pun harus ada gorengan, jangan sediakan terlalu banyak
  5. Makan sahur, siapkan sayur berkuah sehingga lebih mudah dicerna
  6. Apabila ingin makan yang sedikit luar biasa, boleh lah dilakukan saat wiken. Namun sisa hari dari Senin-Jumat atur makanan di rumah dalam menu lebih sehat dan tidak berlebihan

Parenting is easy. Ibu yang bisa mengubah kebiasaan makan di rumah. Seluruh anggota keluarga akan beradaptasi dengan perubahan ini. Ingat ini adalah perubahan ke arah lebih baik. Dari segi kesehatan, segi ibadah, dan segi keuangan. Memang tidak akan mudah pada awal nya, tapi perubahan membutuhkan waktu dan usaha. Insyallah selalu ada jalan di setiap usaha dan niat yang kita lakukan.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print