Previous
Next
12-juli-17.00-Bioskop-Bisik-768x768

BIOSKOP BISIK ??

Bagi anak-anak yang dikaruniai indera pengelihatan dan pendengaran sempurna, nonton bioskop adalah hal yang biasa dilakukan. Bisa menikmati film, melihat atraksi gambar dengan sound yang mengiringi lakon yang tampil di layar bioskop pasti seru! Bagaimana dengan teman-teman tuna netra yang memiliki kemampuan penglihatan terbatas? Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka menikmati tontonan di layar kaca?

Adalah sebuah gerakan yang dinamakan : Bioskop Berbisik, yang digagas Think.Web, perusahaan digital agency yang sudah dua tahun ini menggerakkan Bioskop Bisik. Co-CEO of Think .Web, Ramya Prajna Sahisnu mengatakan, pihaknya menggagas Bioskop Bisik agar penyandang tunanetra bisa menikmati detil film melalui deskripsi lisan. Dengan demimian, mereka yang berkebutuhan khusus itu bisa menciptakan teater dalam pikiran mereka sendiri. Gerakan ini sekaligus menyadarkan masyarakan bahwa ada teman-teman di sekitar yang juga butuh “dipuaskan” oleh film sebagaimana yang dinikmati manusia bervisual normal. “Supaya memang kita yang bermata biasa bisa rasain bahwa ternyata bisa berguna buat orang lain dan bisa rasain menambahkan cerita ke mereka biar lebih merasakan,” kata Ramya.

Satu relawan membisiki satu penyandang disabilitas. Mereka bertugas mendeskripsikan adegan tanpa dialog. Setiap penyandang tunanetra akan dipasangkan dengan satu relawan dan menyaksikan film bersama. Para relawan bertugas mendeskripsikan adegan tanpa dialog sambil berbisik di telinga penyandang disabilitas.

Siapakah relawannya? Bisa siapa saja : baik anak-anak maupun dewasa. Bayangkan keseruan yang terjadi di bioskop ketika anak-anak anda berbisik ke anak-anak tuna netera di sebelahnya, mengenai sambil mendeskrisikan apa sih gambar yang ada di layar kaca. Bisa jadi, deskripsi yang diceritakanb lebih lucu daripada gambarnya kan!

Biskop Berbisik pernah bekerjasama dengan sponsor dan menggandeng salah satu sekolah dasar di Jakarta untuk bersama-sama menonton film anak-anak. Meriah sekali satu studio isinya anak-anak yang saling berbisik dan tertawa bersama. Beberapa diantaranya memberikan pengalaman, ada yang mengalami kesulitan mendeskripsikan gambar karena katanya keburu pengen ketawa, sementara yang lain Malah ngomong kecepetan sehingga teman tuna neteranya meminta ia melambatkan pembicaraan.

Sebagian besar berkomentar, ternyata tidak mampu melihat secara sempurna itu rasanya sulit dan gak enak banget ya, mau nonton aja susah, gimana sehari-hari teman teman harus berangkat ke sekolah, belajar, membantu pekerjaan orangtua? Malu rasanya kalau kita tidak memanfaatkan kemampuan yang ada di diri untuk berbagi atau membantu teman-teman di sekitar kita, bahkan beberapa anak mengajak saudara, sepupu dan orangtuanya untuk ikut menjadi relawan berbisik di acara Bioskop Bisik berikutnya

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print