Previous
Next
Bolehkah-Anak-Menggunakan-Gadget

Bolehkah Anak Menggunakan Gadget

Pernahkah ayah bunda meminjamkan smartphone kepada anak supaya anak anteng saat sedang menunggu makanan? Hihihi. Mungkin pernah ya..

Saat ini, perkembangan teknologi semakin maju. Gadget yang semakin canggih dan berbagai media sosial semakin bertebaran. Seringkali tidak bisa dihindari anak-anak juga terpapar oleh perkembangan teknologi ini.

Tapi sebenarnya bolehkan anak menggunakan gadget?

Sebenarnya, anak berusia dibawah 18 bulan sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan gadget. Gadget disini mencakup smartphone, tablet, PC computer, televisi, dan sebagainya yah Ayah Bunda. Kemudian pada usia 18-24 bulan, boleh menggunakan gadget selama kurang dari 1 jam dengan didampingi oleh orangtua untuk membantu anak memahami apa yang ia lihat. Aplikasi atau program acara yang ditonton/dimainkan juga harus dipilih yang berkualitas baik dan mengandung edukasi yah Ayah Bunda.

Pada anak 2-5 tahun, penggunaan seluruh macam gadget tidak lebih dari 2 jam dalam seharinya. Jadi misalkan, anak sudah menonton televisi selama 1 jam, berarti sisa waktu ia menonton youtube dan bermain game di tablet adalah 1 jam. Orangtua juga harus mendampingi anak selama anak menggunakan gadget untuk membantu anak memahami yang ia lihat dan bagaimana menerapkannya pada lingkungan sekitarnya.

Gadget tidak selalu berdampak buruk. Berbagai informasi mengenai berbagai topik minat anak bisa kita dapatkan dengan menggunakan gadget; beberapa aplikasi pun membantu anak belajar mengenal berbagai hal seperti warna, nama benda, huruf, dan sebagainya; anak dapat belajar kata-kata baru melalui aplikasi tertentu, dan sebagainya.

Tapi perlu diingat ya Ayah Bunda bahwa gadget bukanlah satu-satunya media belajar untuk anak. Anak tetap membutuhkan eksplorasi dan interaksi sosial dari lingkungan sekitarnya,terutama pada anak usia dini (0-5 tahun), untuk mengembangkan kemampuan kognitif, bahasa, motorik, dan sosio-emosionalnya.

Jadi perbanyaklah waktu bermain dengan anak  ya ayah bunda. Tidak hanya sekedar menemani, tetapi terlibat dalam permainan anak dan fokus pada kegiatan bermain (no gadget atau urusan lainnya), memberikan kontak mata dan sentuhan, serta responsif terhadap ekspresi perasaan anak saat bermain.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print