Previous
Next
Bonding-Blues-1200x672

Bonding Blues, apa itu?

Sering denger orang ngomong….

“Melahirkan yang terbaik itu secara normal, jadi setelahnya bisa langsung Inisiasi Menyusui Dini (IMD) membentuk bonding antara ibu dan anak.” atau yang lebih pedih “Duh gak IMD ya? Gagal dong bonding pertamanya, susah tuh kedepannya..”

Wah. Sedih banget ya? Masa iya sih bonding antar ibu dan anak Cuma bisa terbentuk lewat IMD? Masa iya sih, kalau kita melewatkan kesempatan IMD itu makan hubungan kita dengan bayi enggak akan sebaik mereka yang IMD? Lalu kalau harus melahirkan dengan operasi, dan bius total, gimana? Kalau pingsan habis melahirkan, gimana? Gagal dong, jadi ibu…

Jawabannya: ENGGAK! Hehehe.. ini kata Dr William Sears di buku The Attachment Parenting Book. Omongan-omongan seperti itu hanya mitos yang kalau terus didenger, justru bakalan bikin ibu yang sudah dasarnya khawatiran, jadi semakin menjadi-jadi khawatirnya. Bahkan bisa bikin ibu ngerasa gagal sebelum ‘berperang’. Dan ini yang disebut “Bonding Blues”.

Tidak ada ibu yang sempurna, dan tidak ada ibu yang gagal. Tenang aja. Kalau Bunda melewatkan kesempatan bonding di waktu IMD, masih banyak jalan yang bisa ditempuh untuk ‘membayarnya’ kok..

Bonding Bersama ayah

Anak kan bukan Cuma urusan ibu, tapi juga ayah. Maka, jika ibu enggak bisa ada buat anak di waktu pertamanya lahir, ada ayah. Menurut Dr Sears,kontak fisik pertama, bisa dilakukan dengan ayah, lho. Jangan lupa meminta pada suster atau dokter untuk langsung bersentuhan dengan si bayi, dan biarkan ia mendengar suara ayah. Kan, selama di perut sudah pernah dengar juga suara ayahnya. Kalau di agama islam, ada kebiasaan adzan di telinga bayi, ketika lahir.

Catch-up Bonding

Bunda kehilangan jam pertama Bersama bayi? Biisa dibayar ketika sudah siuman dan benar-benar sadar. Langsung minta kepada suster untuk mendekap si bayi. Peluk ia, perhatikan ia bernafas, mainkan jari kaki dan tangan mungilnya dan ajak ia untuk menyusu. Rooming-in sangat penting dalam membentuk attachment, kalau susah bergerak karena kateter, minta bantuan suster atau suami.

Jika anak harus berada di incubator, hampiri ia. Berikan sentuhan, dan tinggalkan barang yang berbau tubuh Bunda, dan wangi air susu bunda. Jangan lupa video-kan si kecil, dan pandangi ketika bunda memompa ASI.

Bonding di rumah

Di pekan-pekan awal, upayakan agar bala bantuan sudah siap di rumah. Agar bunda bisa fokus mengurus bayi, dan membentuk attachment, karena setiap saat Bersama. Sebisa mungkin tidak perlu memikirkan tugas, pekerjaan, atau bahkan tamu mengganggu saat-saat romantis berduaan dengan si bayi.

Rileks

Cinta hadir tak selalu dalam pandangan pertama, begitupun ibu dan bayi-nya. Ada kalanya cinta tumbuh seiring perjalanan Bersama. Jadi enggak perlu terlalu dipikirin, ketika rasa cinta itu enggak langsung timbul. Habiskan waktu bersamanya, peluk dia, amati dia, rasakan jarinya menyentuh tubuh bunda. Denger tangisannya, gendong, ajak dia mengobrol, cinta akan muncul dengan sendirinya.

Jadi enggak usah panik dan ribet, karena merasa gagal bonding ya. #parentingiseasy

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print