Previous
Next
WhatsApp Image 2019-03-21 at 15.04.04(1)

Budaya Beberes yang sulit dibudayakan

Sebetulnya sudah cukup banyak ya movement terkait membereskan sendiri bekas makananmu, sehabis makan di restoran.

Dari mulai video yang viral “tumpuk di tengah” agar memudahkan karyawan membereskan meja. Kemudian ajakan untuk membereskan dan membuang sampah bekas makan di dalam bioskop. Lalu ramainya kontroversi budaya bereskan sendiri di IKEA, ketika masuk ke Indonesia. Hingga yang terakhir dari gerai ayam goreng internasional yang menelurkan #BudayaBeberes nya.

Lucu, ketika sesuatu yang sebetulnya amat sederhana dan mendasar ini justru menjadi kontroversi. Kok bisa ya? Padahal bukankah sejak kita kecil dulu, ibu pasti bawel mengingatkan untuk mengembalikan piring atau gelas bekas makan ke tempat cuci piring? “Buang dulu sampahnya, lalu letakkan piringnya di tempat cuci piring yaaa..” adalah ucapan yang lumrah, rasanya.

Atau kini kebiasaan itu sudah terhenti?

Menolak kebiasaan baik

Dari ribuan respons yang masuk di laman gerakan ini, ternyata ada begitu banyak warganet yang menolak melakukan kebiasaan baik tersebut.

Dari alasan “Karyawannya kerja apa? Mau ngurangin karyawan kok customer disuruh repot” hingga “Sengaja makan diluar biar gak usah beres-beres, malah disuruh beresin!” atau “Warteg aja yang bayar murah enggak usah balikin piring ke ibunya!” wah, ini mengejutkan ya?!

Padahal, di luar negeri sana. Enggak perlu jauh-jauh lah, di Singapore saja, kalau habis makan makanan cepat saji, semua orang otomatis membuang bekasnya ke tempat sampah. Bukan hanya orang dewasa kok, anak kecil juga sudah terbiasa. Apalagi semua sampahnya bahkan sudah dipilah, dibuang ke tempat sesuai jenis sampahnya.

Sepertinya hal ini biasa saja, bukan hal baru dan bukan sesuatu yang memberatkan. Namun komentar warganet marah-marah seolah harus melakukan semua tugas karyawan sehari-hari dari mulai buka toko sampai tutup toko.

Tugas orang tua

Miris menyaksikan kejadian ini. Terlepas dari benar atau tidaknya kebijakan baru ini, atau realita tidak adanya penurunan harga meski customer harus membereskan sendiri bekas makannya dan segala kontroversi lainnya terkait pajak ya…

Tugas kita sebagai orang tua, kemudian, harus cepat-cepat menyadari bahwa di rumah, ada si kecil yang jadi tanggung jawab kita. Apa yang akan ia lakukan ketika menjadi orang dewasa, kebanyakan dimulai dari rumah, ketika usianya masih kecil.

Kadang suka kasihan lihat anak masih kecil sudah disuruh beres-beres bekas main atau bekas makannya sendiri, jadi yasudah sana biar bunda (atau si mbak) yang beresin.

Kadang suka tidak sabar melihat si kecil kalau mengelap bekas minumannya yang tumpah, tapi enggak bersih. Jadi yasudah sana biar bunda (atau si mbak) yang elap.

Kadang suka merasa khawatir jika si kecil menenteng gelas atau piring kaca dari meja makan sampai ke tempat cuci piring. Nanti pecah, dia kan masih kecil, dia enggak bisa. Jadi ya suudah sana biar bunda (atau si mbak) yang bereskan.

Jangan dimarahi..

Kalau kita masih ingin terus meladeni anak, melakukan segalanya seisi dunia untuk membantu anak agar tidak usah repot, jangan marah jika suatu saat kita Lelah dan melihat kamarnya super berantakan kemudian memarahi anak yang akhirnya dijawab “Kan beberes kamar bukan tugas aku, itu tugas bunda (atau si mbak!)!”

Jangan marah jika nanti si kecil yang sudah makin besar tidak pernah peduli melihat bunda yang kerepotan bawa belanjaan dari mobil masuk ke rumah.

Jangan marah jika nanti ia tumbuh menjadi orang dewasa yang abai, dan marah ketika di restoran diminta membereskan bekas makanannya.

Karena segalanya dimulai sejak kecil. Sejak ia masih belajar mengenal kehidupan. Ketika ia masih ada di fase “akar” dan belum diberikan sayap untuk terbang sendiri…

Nah, jadi kira-kira masa depan si kecil akan seperti apa nih ayah dan bunda? Hehehe…

**

Jadi tenanglah, kan #ParentingIsEasy ! Anak itu cerdas dan mereka bisa kok melakukan banyak hal untuk menjadi #LittleHelper kita. Jadi partner dan teman yang selalu ada. Percaya sama mereka, dan mereka juga akan percaya pada kita.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print