Previous
Next
Bullying

Bullying??

Bullying. Ayah Bunda tentunya sering mendengar hal ini dan saat ini sepertinya bullying semakin marak. Tidak hanya dilakukan oleh anak-anak remaja saja, bahkan anak SD ataupun TK ada yang melakukan bullying ini. Sebenarnya, apakah bullying itu? Bullying merupakan pola perilaku yang bertujuan untuk menyakiti dan mempermalukan individu lain, terutama individu yang dipandang lebih lemah dari pada pelaku bullying tersebut.

Rasanya mungkin Ayah Bunda khawatir anak akan mengalami hal ini di sekolahnya kelak, entah sebagai yang di-bully atau yang melakukan bully. Apalagi Ayah Bunda tidak selalu bisa mengawasi anak di sekolah. Tapi, Ayah Bunda tidak perlu khawatir berlebih, Ayah Bunda dapat melakukan beberapa hal ini untuk membentengi anak terhadap bullying :

  • Bangunlah hubungan yang positif dengan anak sejak dini, sehingga anak merasa orangtua merupakan tempat aman baginya dan anak dapat terbuka dalam bercerita mengenai pengalamannya.
  • Buatlah batasan-batasan mengenai perilaku mana yang tidak wajar dan dapat menyakiti orang lain atau perilaku yang membahayakan orang lain. Hal ini agar anak dapat memahami perlakuan yang ia dapat dari orang lain dan juga memahami agar tidak melakukannya kepada orang lain.
  • Tanamkan pada anak bahwa setiap individu adalah unik dan spesial, serta membiasakan anak untuk melihat sisi positif dari suatu individu. Hal ini agar anak dapat menerima diri apa adanya dan memahami perbedaan dengan orang lain.
  • Sejak dini, latihlah anak untuk memiliki postur tubuh yang menunjukkan kepercayaan dirinya. Misalnya, biasakan anak untuk berjalan menatap ke depan, menatap mata lawan bicara, berjalan tegak. Hal ini untuk menunjukkan sikap percaya diri agar anak terhindar dari potensi menjadi korban bullying.
  • Ketika terjadi bullying, bicarakan kepada pihak sekolah dan orangtua pelaku bullying untuk mencari penyelesaian masalah.
  • Latihlah anak untuk berani mengatakan ‘tidak’ atau ‘stop’ dan meninggalkan situasi tidak menyenangkan serta mencari bantuan orang yang lebih dewasa. Berlatihlah dengan roleplay di rumah dengan berbagai skenario situasi bila diperlukan.

Yuk Ayah Bunda, kita membangun situasi yang aman untuk anak dan membantu anak untuk menjadi individu yang positif serta menghindari tindakan bullying dan terlindungi dari bullying.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print