Previous
Next
11AGU12-1200x1200

CARA MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA BAGI YANG BARU MEMILIKI ANAK

Ayah dan bunda, selamat atas kelahiran anak pertama. Sungguh menyenagkan ya, mempunyai anak!

Sekarang kamu baru melangkahkan satu kaki di dunia yang baru. Menjadi seorang ibu. Keluarga kecilmu akan semakin ceria dengan tawa si buah hati. Tapi jangan terlena dulu ya.

Mempunyai anggota baru di tengah keluarga tentu bakal mengubah semua keadaan yang selama ini hanya dijalani bareng pasangan hidupmu. Salah satu yang harus diperhatikan adalah keuangan.

Bertambah anggota keluarga baru tentu membuat pengeluaaran rumah tangga jadi membengkak. Uang bulanan akan bertambah karena kamu harus mulai menganggarkan dana untuk membeli popok, baju, gurita, bedak, minyak bayi, dan susu bayi. Belum lagi kereta bayi dan kotak tidur bayi.

Jika tidak pintar mengelola keuangan, dompet akan “ bolong”. Nah buat kamu yang baru memiliki anak atau sedang hamil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Pangkas anggaran pengeluaran bulanan untuk menutup kebutuhan bayi.

Langkah pertama ini harus dilakukan, apalagi kalau ibu memutuskan untuk berhenti bekerja setelah melahirkan. Otomatis pemasukan akan berkurang. Bicarakan dengan pasangan biaya apa saja yang akan dicoret dari pengeluaran, misalnya anggaran makan di luar setiap akhir pecan bersama suami.

  1. Mulai membuat anggaran keluarga “kecil”

Sebelum merancang anggaran ini, ayah dan bunda harus saling terbuka tentang keuangan. Buatlah peraturan-peraturan keuangan, misalnya tak boleh membeli barang di atas harga Rp500 ribu tanpa berdiskusi terlebih dahulu. Selanjutnya, luangkan waktu untuk berdiskusi kepada pasangan tentang anggaran keuangan.

  1. Atur uang sesuai dengan cara yang pas untuk Anda.

Beragam cara bisa dilakukan untuk mengelola keuangan keluarga. Setidaknya ada tiga opsi yang bisa dipilih dan diterapkan untuk keuangan keluarga setelah memiliki anak.

Pilihan pertama adalah kamu dan pasangan sepakat untuk menjaga masing-masing uang, tapi sepakat untuk membayar tagihan berdasarkan pos yang ditentukan. Misalnya suami membayar cicilan rumah dan listrik, sedangkan istri kebutuhan sehari-hari seperti sabun, beras, lauk-pauk dan kebutuhan bayi.

Jika terbuka dan percaya satu sama lain, kamu bisa memilih opsi kedua yaitu menggabungkan uang bersama suami ke rekening bersama. Rekening bersama ini digunakan untuk membayar tagihan.

Cara ketiga ini khusus untuk ayah dan bunda yang tetap menjaga uang dan pengeluaran masing-masing. Kalian juga membuat rekening bersama untuk membayar segala macam tagihan.

Terakhir, kamu memberikan batasan pengeluaran untuk diri sendiri dan pasangan. Daripada membeli barang baru, lebih baik menggunakan barang-barang bekas bayi saudara, misalnya keranjang bayi. Lumayan uangnya dihemat untuk membeli susu.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print