Previous
Next
LAKUKAN-SAAT-ANAK-MENGALAMI-KEJANG-DEMAM-01-01-300x300

Cerita mengenai kejang demam

LAKUKAN SAAT ANAK MENGALAMI KEJANG DEMAM

  1. Usahakan jangan panik
  2. Letakkan anak di tempat datar, tidak digendong apalagi didekap erat
  3. Posisikan anak miring atau agak tengkurap; menghindari tersedak
  4. Jangan pernah memasukkan apapun ke mulut!
  5. Jangan meminumkan kopi kepada anak yang sedang kejang!
  6. Jika berlangsung lebih dari 5 menit, bawa ke dokter terdekat
  7. Tetap tenang dan berdoa

PENJELASAN

Apa sih kejang demam itu?

Jadi, kejang demam dipicu dari demam yang dialami seorang anak. demamnya sendiri adalah gejala penyakit, bisa salesma, influenza, roseola, pasca imunisasi dan lain-lain. Maka yang harus dipastikan adalah diagnose penyakitnya untuk dapat memberikan terapi yang tepat.

Berbahaya gak sih?

Nah, secara garis besar, ada dua kondisi yang ditandai dengan kejang disertai demam:

  • Kejang demam yang umumnya tidak merusak otak sama sekali
  • Infeksi susunan saraf pusat (SSP) yang sering diabahasakan sebagai “infeksi otak” dan sangat potensial merusak otak

Apa sih bedanya?

Kejang demam: kejang yang disebabkan oleh demamnya, suhu diatas 38 derajat celcius. Paling lama berhenti sendiri dalam 15 menit, tapi jarang sekali sampai salama ini. Anak pun kembali sadar dengan sendirinya.

SSP: justru ditandai dengan kejang dan demam, penyebab kejangnya adalah infeksi kuman (virus/bakteri/lainnya) didalam SSP. Pada infeksi SSP seperti meningitis atau ensefalitis, kejang bisa berlangsung lebih dari 15 menit dan pasca-kejang anak cenderung tidak sadar. Bahkan berulang dalam waktu berdekatan.

Hal yang penting diingat

  1. Kejang demam terjadi pada usia 6 bulan sampai 5 tahun. Artinya jika kejang demam terjadi sebelum 6 bulan, maka hati-hati. di lain sisi, ketika usianya diatas 5 tahun resiko kejang demam sudah jauh berkurang.
  2. Obat penurun panas tidak dapat mencegah kejang demam. Jadi tidak perlu terburu-buru memberikan obat penurun panas apalagi sampai memberikannya lewat dubur agar panas cepat turun.
  3. Obat anti kejang seperti diazepam dianggap bisa mencegah kejang demam. Namun efek sampingnya anak mengantuk sehingga sulit menilai anak mengantuk karena efek samping obat atau karena penyakitnya, padahal setiap gejala adalah petunjuk untuk diagnosis.
  4. Antibiotik diperlukan? Tergantung penyebab demamnya. Kalau diagnosis sudah jelas, misalnya  di hari ketiga atau kelima, terlihat anak salesma, roseola atau demam dengue maka anak tidak butuh antibiotik. Kalau karena infeksi saluran kemih maka butuh antibiotik
  5. Kuncinya adalah ketenangan dan kesabaran orang tua mengobservasi kondisi anak.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print