Previous
Next
Coco-film-tentang-pentingnya-koneksi-1200x675

Coco, film tentang pentingnya koneksi

Ada yang lagi rame di bioskop beberapa minggu ini. Iya, film Disney terbaru; COCO. Ada yang sudah nonton? Bagus banget ya? Review di situs-situs film terkenal bahkan memberikan angka sangat tinggi untuk film besutan Lee Unkrich yang juga menyutradarai Toy story dan Finding Nemo ini.

Enggak, tulisan ini bukan spoiler buat yang belum nonton. Tapi, ada satu kata kunci yang pasti dirasakan oleh setiap audiences; Terharu.

Film dengan tema musical, dan menyiratkan keinginan kuat seorang bocah dari Mexico bernama Miguel, untuk menjadi musisi ini, benar-benar sukses membuat haru biru penonton.

Twist yang dibuat rapi dengan dentingan gitar lagu “Remember Me” dijamin bikin film ini terbayang-bayang terus.

Koneksi antara ayah dan putrinya

Film ini, seperti film animasi Disney lainnya, mengingatkan kita kepada pentingnya keluarga di era serba cuek ini. Betapa pentingnya mengingat setiap anggota keluarga, dan menceritakan tentangnya lagi kepada anak dan cucu, meski mereka telah meninggal dunia.

Mengingatkan lagi, bahwa hal terpenting yang harus dimiliki setiap manusia adalah koneksi. Dan terutaa koneksi dengan keluarganya.

Coco, yang di film ini sudah berusia sangat lanjut hingga duduk di kursi roda dan perlahan mulai kehilangan memori, selalu ingat pada Papa-nya. Ia, bahkan masih ingat lagu yang diciptakan papa-nya, khusus buat dia. Meski puluhan tahun tak bertemu. Ia masih menyimpan semua kenangan mengenai papanya dan percaya bahwa papa-nya mencintai dia.

Cinta, tidak pernah sederhana

Iya, papa Coco memberikan cinta yang setulus-tulusnya kepada putri tunggalnya itu. ia membangun koneksi dengan putrinya lewat lagu dan nyanyian Bersama. Hal yang terlihat biasa aja, seperti enggak ada makna besar dan bukan hal yang sulit penuh pengorbanan darah juga air mata, namun justru, menyelamatkan papa-nya di dunia orang mati.

Iya, cinta mungkin terlihat sederhana. Enggak semewah motor ducati atau mobil Ferrari. Apalah arti pelukan, ciuman dan sebuah lagu cinta dari seorang ayah untuk putrinya ketimbang liburan ke Eropa 3 bulan sekali?

Tapi, cinta tidak sederhana. Tidak pernah sederhana. Segala bentuk kemewahan boleh aja diberikan, tapi tanpa koneksi dan kasih sayang yang setulusnya, cinta enggak akan muncul. Tanpa koneksi, seorang manusia tidak akan bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Tanpa koneksi yang paling mendasar dengan orang tuanya, kebahagiaan seseorang tidak akan pernah lengkap.

Film coco, mengingatkan kita akan pentingnya hal itu. Cinta tidak mahal, tapi dibawa sampai mati.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print