Previous
Next
Uang-Lebaran-1200x801

DAPAT UANG LEBARAN

Perayaan Lebaran sudah usai. Semua senang, tapi yang paling senang pastinya anak-anak.  Setelah berhasil berpuasa, saat nya menyambut hari kemenangan, dan tentunya yang paling ditunggu yaitu amplop Lebaran.

Sudah menjadi kebiasaan di saat hari Lebaran, saat sanak saudara berkumpul dan bersilaturahmi. Ada amplop uang yang beredar dan dibagikan, khususnya untuk anak-anak.

Bagaimana anda menyikapi uang lebaran ini, saat anak anda menerima  amplop Lebaran?

  1. Mengambil semua amplop yang anak anda terima, kemudian berkata pada anak bahwa mereka masih terlalu kecil untuk dapat memakai uangnya. Jadi semua uang, mama yang pegang.
  2. Menolak dengan halus pemberian dari saudara-saudara yang memberi, dengan menjelaskan bahwa pemberian uang Lebaran tidak sesuai dengan prinsip pribadi
  3. Mengambil sebagian, memberikan sebagian untuk anak-anak
  4. Memberikan semua, tapi dengan penjelasan penggunaan uang dengan bijak

 

Mari kita bahas masing-masing pilihan di atas :

  • 1. Apabila anak anda berusia di bawah 4 tahun, hal ini masih bisa dilakukan. Karena mereka memang masih belum bisa bertanggung jawab untuk memegang uang. Tujuan mengambil semua uang ini adalah untuk mengamankan agar tidak hilang. Namun apabila anak anda sudah berusia di atas 4 tahun, sebaiknya tidak melakukan hal ini. Karena ini dapat membuat anak anda menjadi tidak percaya diri. Dan mereka akan merasa hak nya diambil dengan semena-mena.
  • 2. Menolak dengan halus, dalam salah satu hadits, diriwayatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

“Penuhilah undangan, jangan menolak hadiah, dan janganlah menganiaya kaum muslimin.” (HR. Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Al Bukhari dalam Adabul Mufrad dan Shahihul Jami’ Ash Shaghir [158])

Jadi apabila hadiah ini tidak melanggar aturan syariah, maka kita wajib menerimanya. Karena akan sangat tidak sopan untuk menolak nya, terlebih lagi ini diberikan di saat hari Lebaran saat semua sanak saudara berkumpul. Apabila secara pribadi, anda berprinsip tidak mau menerima hadiah amplop Lebaran, jelaskan hal itu pada anak-anak anda sebelum hari Lebaran. Dan jelaskan pada mereka untuk menerima, tapi kemudian uang tersebut akan di sedekah kan pada kaum dhuafa. Yang lebih membutuhkan daripada anak anak kita

  • 3. Mengambil sebagian, memberikan sebagian. Pada saat anda melakukan hal ini, harus dengan penjelasan sebelumnya. Agar anak mengerti maksud dan tujuan anda melakukan hal ini. Jangan sampai, anak-anak jadi berpikir kita mengambil uang nya tanpa tujuan. Dijelaskan bahwa separuhnya untuk ditabung, separuhnya diberikan ke anak-anak untuk dibelanjakan dan disedekahkan.
  • 4. Untuk anak-anak yang sudah mengerti uang, berikan semua hak nya pada mereka. Tapi sebelum diberikan. Kita sebagai orang tua wajib menjelaskan fungsi uang. Tapi juga kita harus memberikan pelajaran pada mereka bagaimana cara mereka mengatur uang yang mereka miliki. Jangan sampai semua uang nya habis dibelanjakan. Ingatkan mereka bahwa ada porsi untuk ditabung, dibelanjakan, dan disedekahkan.

 

Sebagai contoh, Lebaran ini ketiga anak saya semua mendapatkan amplop Lebaran. Perlakuan saya terhadap uang mereka adalah sebagai berikut :

  1. Zaira, umur 11 tahun. Saya bebaskan bagaimana akan menggunakan uangnya, tapi tetap saya ingatkan bahwa harus disiapkan uang untuk berbagi dengan sesama. Yang Zaira lakukan dengan uang Lebaran nya sebesar Rp 500.000, dibelanjakan untuk aksesoris handphone nya sebesar Rp 300.000, sisa Rp 200.000 akan disumbangkan untuk anak-anak Palestina. Karena di umur 11 tahun ini, keinginan dan pola konsumtif nya sudah sangat terbentuk. Banyak sekali barang yang dia inginkan. Mau tidak mau di antara kebebasan, tetap saya harus ingatkan.
  2. Keanna, umur 8tahun. Saya berlakukan hal yang sama dengan kakak nya. Yang Kea lakukan dengan uang Lebarannya ternyata berbeda dengan kakak nya. Kea ingin semua uang nya ditabung, tapi tetap Rp 200.000 akan disumbangkan. Inilah perbedaan umur dan keiginan berbelanja yang berbeda. Kakak nya mengalami euforia punya HP, karena akhirnya dapat HP di kelas 1 SMP ini. Sehingga banyak hal yang ingin dia beli untuk melengkapi HP barunya. Kea tidak punya HP, bahkan saat di ajak berbelanja ke mal. Saya ajak Kea untuk pergi ke sebuah toko favorit nya, untuk membelanjakan sebagian uang nya. Kea bilang, “ Jangan lewat ke toko itu deh, Ma. Takut tergoda. Kea mau uang nya ditabung aja.”
  3. Malikha, umur 2 tahun. Dia hanya tahu kalau mau naik odong-odong di kompleks, dia butuh uang. Jadi saat terima uang Lebaran, Mal senang sekali. Dan langsung ngoceh buat naik odong-odong. Saya amankan semua uang nya, saya simpan. Dan saya berikan saat Mal jalan-jalan keliling komplek, saya berikan Rp 2000 saja J

Jadi silakan dipilih mau pakai cara seperti apa membicarakan uang Lebaran anak-anak nya. Semua pilihan diambil dengan bijak karena parenting is easy …

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print