Previous
Next
Enam-Tanda-Anak-Sehat-1200x661

Enam Tanda Anak Sehat

Anak bertubuh gemuk selain menggemaskan, identik dengan anak sehat. Berbeda dengan anak kurus yang kerap dinilai kurang gizi. Penilaian itu tak sepenuhnya benar. Mengapa? Karena Anak kurus belum tentu kurang gizi, semua tergantung pola pertumbuhan individual anak.

Kalau ayah dan bunda kepingin memastikan anak mengalami malnutrisi atau tidak, periksakan anak kepada dokter anak atau ahli gizi. Jika diperlukan, anak bisa menjalani tes darah untuk hasil akurat. Jadi bukan dilihat dari penampilan fisik gemuk vs kurus aja ya…

Nah, meskipun demikian, secara sederhana ibu bisa dengan mudah menilai kondisi kesehatan buah hati hanya dari segi fisik (tubuh). Ukuran anak sehat bisa dilihat dari fisik anak dalam melakukan aktivitasnya. Berikut cara ayah dan bunda mengenali tanda-tanda anak sehat.

Pertama, ayah dan bunda harus memastikan asupan gizi si kecil baik. Karena gizi baik akan membentuk perilaku anak menjadi ceria dan aktif. Gerak tubuh lentur si kecil yang lincah menandakan otot-otot tubuh si kecil bekerja dengan baik.

Kedua, secara fisik anak sehat akan mudah terlihat seperti rambut berkilau dan berakar kuat, kulit dan kuku bersih dan tidak pucat, wajah ceria, mata bening, bibir segar dan memiliki gigi bersih dan gusi merah muda.

Ketiga, Postur tubuh yang tegap pada anak menunjukkan tulang dan otot yang tumbuh dengan baik. Agar bisa tegap, tubuh memerlukan gizi, seperti karbohidrat, mineral, vitamin, kalsium, dan protein.

Keempat, anak sehat akan memiliki nafsu makan yang baik. Anak-anak harus makan dengan teratur dan sesuai dengan kebutuhan. Namun terlalu banyak makan juga tidak diperbolehkan karena bisa menyebabkan obesitas. Perkenalan dengan junk food bagi anak-anak juga harus dihindari.

Kelima, buang air besar teratur. Idealnya, buang air besar dilakukan satu hari sekali. Namun, jika siklusnya sampai 3 hari, masih bisa dikatakan normal jika fesesnya tidak encer. Agar bisa memenuhi jadwal keteraturan tersebut tubuh, memerlukan asupan serat yang cukup dari sayur dan buah.

Keenam, si kecil tidur nyenyak. Kekurangan tidur pada anak akan menyebabkan banyak masalah kesehatan pada mata dan tubuh. Idealnya, anak harus tidur setidaknya 8 jam dalam sehari. Selain itu, anak harus diberikan waktu untuk tidur siang.

Kuncinya? Koneksi. Kalau ayah dan bunda rajin membangun koneksi dengan terus melakukan observasi, kondisi anak bisa terdeteksi dengan cepat. Toh, yang paling kenal anak kita, ya kita sendiri, bukan?

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print