Previous
Next
Papa-F

FIRMAN SUTARMAN HASAN- Babab F

#MenjadiAyah, buat saya, harus mampu melakukan semua tugas parenting selain menyusui langsung. Karena sebanyak apapun tugas yang ayah kerjakan, enggak akan pernah bisa menandingi kodrat ibu.

Dimata Pak Firman, peran Ayah itu apa saja dalam urusan parenting?

Tugas ayah dalam rumah tangga tetap enggak punya buah dada. Jadi, saya berusaha melakukan segala hal diluar menyusui, yang kodratnya hanya jadi milik ibu. Rewel, nangis, buang air, jagain, nemenin, nyuapin, sampai masakin, semuua saya kerjakan bahkan enggak selalu dari instruksi mama-nya.

Kenapa harus melakukan semua itu?

Karena saya sayang banget sama F. Semua yang saya kerjakan, karena saya kepingin dia tau banget bahwa ini bapaknya. Orang yang sangat sayang sama dia. Karena kalau menandingii bonding yang dibentuk anak dengan ibunya, sudah pasti lebih besar dari apapun yang saya lakukan. Lah, gimana kalo enggak dilakukan?

Jadi, tugas parenting itu susah dong?

Kalo disebut susah itu relative. Susahnya itu, hanya kalo dia udah rewel. Tapi karena saya bareng dia setiap hari, maka saya juga paham banget apa yang dia mau. Seringkali, triknya adalah ngajak dia jalan-jalan keluar rumah sebentar. Apalagi biasanya rewel itu kan muncul kalo kepingin nenen tapi mamanya lagi mandi atau masak. Ya saya berikan kegiatan dulu biar membantunya bersabar.

Intinya, selalu bekerjasama dengan mama ya? Seperti apa pembagian tugasnya?

Pasti dong. Ah pembagian tugas enggak ada yang tertulis atau kaku, otomatis aja. Dan buat saya, keluarga itu priotitas. Jadi, sebanyak apapun pekerjaan hari itu, kalau F harus ke dokter, ya saya pulang. Setiap imunisasi-nya saya hadir, dan setiap momennya pun saya berusaha untuk ada.

Enggak jadi masalah di kantor?

Jadi kantor saya masuknya jam 10, saya udah hadir untuk bekerja lebih pagi bahkan sejak jam 7.30 pagi. Biar semua tugas hari itu beres dan saya bisa pulang tepat waktu. Kadang, kalau saya harus bolos demi F di hari kerja, maka beberapa kali saya menggantikan tugas di akhir pekan. Pokoknya kalau  saya yang sakit sih masih akan diusahain untuk masuk. Tapi kalau anak istri, enggak bisa.

Tapi capek dan berat sekali kan tugasnya jadi dobel?

Saya seneng bisa ngurus anak saya dan jadi bagian dari hidupnya. Jadi enggak terasa Lelah. Justru melihat F pulang kerja itu jadi obat capek paling manjur. Sebab kalau sama ibunya, bonding terbentuk dari hamil dan nenen, jelas. Nah bonding sama bapaknya gimana dong? Kan Babab juga ingin jadi bagian dari hidup F, kepinginnya ia tahu siapa saya, dan saya adalah babab yang selalu ada. Maka yang dilakuin jelas menyenangkan. Mungkin ini sebabnya gak kerasa Lelah.

Buat Pak Firman, bonding dengan anak itu penting banget, ya? Sebetulnya apa alasannya?

Hubungan saya dan ayah saya adalah didasari rasa segan. Sebab kehangatan antara ayah dan anak tidak terbentuk. Saya enggak kepingin begitu dengan F. saya kepingin dekat dan jadi teman nomor satu untuk dia.

Lagipula yang terpenting bagi anak usia dini kan rasa senang. Kalau kedua orang tuanya ada dan bahu membahu melakukan tugas pengasuhan, ia akan tumbuh baik dan senang. Kalau sudah senang, apapun yang dilakukan bisa jadi jago. Saya dulu dipaksa untuk belajar, iya sih saya bisa dapat nilai bagus, tapi hangat itu yang enggak ada.

Makanya buat saya, memaksakan itu bukan hal yang akan saya lakukan.

Belajar dari pengalaman pengasuhan yang didapatkan ketika kecil ya? Lalu apakah sampai sekarang masih ada pemaksaan untuk menuruti perintah orang tua mengenai cara mengasuh terbaik?

Hehe iya sih, ibu dan bapak saya kolot. Makanya, sejak awal saya suudah jelaskan kepada keduanya, seperti apa saya ingin mengasuh F. saya juga berusaha membuktikan bahwa cara pengasuhan yang saya pilih bisa berhasil. Dengan cara ini, keduanya jadi percaya karena telah melihat bukti nyata tumbuh kembang F yang baik.

Seperti menitipkan anak di daycare, ketika saya dan istri bekerja misalnya. Wah di awal itu rame sekali, saya sampai ditawarin banyak ART untuk menjaga F. untung akhirnya ibu dan bapak melihat hasil baik, dan bisa percaya pada pilihan saya.

Enaknya berarti bisa menerapkan gaya parenting sendiri ya, akhirnya? Ngomong-ngomong seperti apa sih gaya parenting yang diterapkan babab dan mama ke F?

Enggak dibikin ribet lah dengan harus ini itu. Hal utamanya tetap membangun komunikasi melalui kedekatan. Kami enggak mau bikin parenting jadi susah. Dengan menjadi orang tua yang dekat, tentu kita jadi lebih mudah memahami apa maunya dia kalau tantrum atau rewel. Apapun rintangannya, solusinya hanya memenuhi kebutuhan yang disesuaikan dengan dirinya.

Yang terpenting dari seluruh kegiatan parenting buat kami adalah; nilai agama, kegiatan belajar sambil bermain dan kegiatan bercerita. Sebagai modal utama untuk membangun komunikasi yang akhirnya bisa bikin kami dekat dengan F.

Ada harapan khusus dari Babab untuk F?

Harapannya: yang penting dia sholeh, dekat dengan Al Qur’an. Satu lagi, yang penting dia bahagia, happy.

Kalo dia mau jadi dokter ya silakan. Atau seniman sekalipun. Alasannya; Kalo sholeh itu udah pasti dia sayang sama orang tua. kalo dia bahagia, memelajari apapun bisa jadi jago. Kalo udah seneng, dia juga akan bertanggung jawab dengan pilihannya tersebut.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print