Previous
Next
19-juli-12.00-artikel-dari-ahli-dr-Arifianto-SpA-Flu-Pilek-Selesma-Common-cold-Duuuh...apa-sih-bedanya-1200x1200

Flu? Pilek? Selesma? Common cold? Duuuh…apa sih bedanya?

By: dr Arifianto SpA

Sering sekali kan kita enggak enak badan, mulai pegel, pusing. Nah, kalau di anak-anak biasanya mulai rewel dan serba salah tuh. Kenapa sih dia? Kalau dokter Arifianto SpA sudah pernah juga menjelaskan lho, bahwa si “enggak enak badan” ini bisa jadi influenza, bisa jadi common cold/selesma. Tapi apa sih bedanya? Jadi, kata dokter Apin, kedua penyakit ini sama-sama menyerang saluran pernafasan. Namun ada beberapa perbedaan pada dua penyakit yang kerap kali disebut sama. Common cold: dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus pernafasan. Namun, penyakit ini terbatas pada saluran pernafasan atas. Influenza atau flu : adalah penyakit yang disebabkan khusus oleh virus influenza. Nah, penyakit ini dapat menyebar ke saluran pernafasan bawah. Baik common cold maupun flu, gejalanya tidak harus terjadi sama persis. Soalnya, kadang gejala common cold terjadi pada infeksi virus influenza dan sebagainya. Tetapi, secara prinsip, baik common cold dan influenza disebabkan oleh infeksi virus sehingga tidak membutuhkan pengobatan antibiotik. Makanya enggak jadi masalah jika diagnosis kedua penyakit ini tertukar. Penanganan penyakit ditujukan agar anak menjadi lebih nyaman saat menghadapi sakitnya. Hal yang perlu diketahui

  1. Umumnya, flu di negara dengan empat musim terjadi mulai akhir musim gugur hingga awal musim semi. Di negara tropis, flu dapat terjadi sepanjang tahun.
  2. Flu diawali dengan gejala serupa common cold (batuk-pilek) selama 2-3 hari, diikuti rasa tidak nyaman di tenggorokan, hidung tersumbat dan batuk kering yang berlanjut. Sementara common cold umumnya ditandai dengan pengeluaran lender dan batuk yang umumnya lebih ‘basah’.
  3. Anak yang terkena flu biasanya tampak lebih sakit dan mengeluhkan nyeri kepala, nyeri otot, menggigil. Tidak seperti yang terkena common cold.

Penanganannya

  1. Tidak membutuhkan antibiotik
  2. Sebagian besar influenza dapat ditangani di rumah, begitu juga dengan common cold
  3. Jika membutuhkan oksigen ekstra atau dehidrasi, anak perlu dirawat
  4. Antivirus khusus influenza tersedia, namun tidak dianjurkan untuk anak maupun dewasa yang kesehatannya secara umum baik. Sebab ada resiko efek samping
  5. Anak yang harus dirawat inap karena influenza berat, dibawah 2 tahun, dan dengan kondisi kesehatan khusus (kelainan jantung bawaan atau penyakit paru kronis) dapat diberikan obat antivirus khusus seperti oseltamivir.

Pencegahannya

  1. Ajari anak untuk menutup mulut saat bersin atau batuk dengan lipat siku, mengelap hidung dengan tisu dan membuangnya, lalu mencuci tangan.
  2. Influenza dapat dicegah dengan vaksin yang dapat diberikan pada anak diatas usia 6 bulan.

Catatan: Vaksin influenza perlu diberikan setiap tahun karena virus influenza memiliki kemampuan mengubah diri yang sangat kompleks sehingga setiap tahun perlu dibuat vaksin dengan komposisi berbeda. Sementara, common cold tidak ada vaksinnya karena disebabkan oleh berbagai virus lain.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print