Previous
Next
Gawai-Oh-Gawai-1200x600

Gawai Oh Gawai

Mau enggak mau, sekarang kita sudah berada di era serba sibuk, serba cepat, serba instan, dan serba (harus) praktis. Masalah utama, terutama bagi yang tinggal di kota besar, adalah kemacetan, tumpukan pekerjaan yang tampaknya tak habis-habis, hingga akhirnya selalu terpepet waktu.

Yang terjadi akhirnya kebanyakan keluarga memilih tinggal di ruang-ruang sempit seperti apartment, atau rumah dalam cluster yang lokasinya enggak jauh dari tempat kerja, dan sekolah. Enggak Cuma memengaruhi renggangnya hubungan antar anggota keluarga, namun sepertinya makin susah menemukan riuhnya suara tawa anak-anak main bola dan layangan di lapangan.

Selain lapangannya sudah enggak banyak, faktor keamanan pun kini semakin menjadi kekhawatiran. Inilah yang akhirnya menyebabkan anak lebih banyak duduk dirumah dan menikmati berbagai hiburan dari layar elektronik baik ponsel, tablet, computer maupun televisi. Dilema, tapi kadang sepertinya enggak ada pilihan. Padahal, dampaknya tidak selalu baik. Enggak Cuma dari sisi psikologis, namun juga dari sisi kesehatan.

Dampak kesehatan screen time

Dr Arifianto SpA menjawab hal ini. Menurutnya, Kebiasaan anak menggunakan ponsel dan tablet untuk bermain game masuk dalam kategori screen time. Makin tinggi screen time seorang anak, maka makin tinggi pula dampak negatif bagi kesehatan fisiknya. Adanya TV dan gawai (gadget) di kamar tidur dapat menyebabkan gangguan pola tidur anak, berkurangnya waktu tidur, dan berdampak pada meningkatnya masalah perilaku.

Makan sambil menonton TV atau menggunakan gawai berisiko mengonsumsi banyak kalori dan meningkatkan berat badan, sampai risiko kelebihan berat badan (overweight). Waktu untuk saling berkomunikasi antar anggota keluarga di meja makan juga berkurang.

Makin tinggi screen time juga membuat anak malas bergerak. Berkurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan overweight dan obesitas. Ketagihan menggunakan gawai sampai tak lepas darinya saat berjalan berisiko jatuh dan mengalami kecelakaan lalu lintas.

Aturan penggunaan gawai

Untuk itu, tambah dr Apin, ikatan dokter di Amerika Serikat (American Academy of Pediatrics/AAP) mengeluarkan rekomendasi terbaru terhadap lamanya screen time bagi anak. Ada beberapa hal penting yang menjadi rekomendasi:

– Anak di bawah 18 bulan sama sekali tidak diperkenankan menggunakan gawai, kecuali untuk aplikasi video-chatting. Jika ingin mengenalkan media digital bagi anak berusia 18-24 bulan, maka hanya program dengan kualitas baik yang diperkenankan, itupun dengan pengawasan penuh orangtua.

– Batasi screen time maksimal 1 jam per hari pada anak berusia 2 – 5 tahun. Orangtua tetap harus menemani dan membimbing anak-anaknya.

– Anak berusia di atas 6 tahun ke atas diberikan waktu yang tegas dalam menggunakan media digital, di luar waktu “wajib” seperti aktivitas fisik, mengerjakan tugas sekolah, dan tidur malam, yang semuanya memakan waktu sekitar 12 jam.

– Waktu makan dan berkendaraan adalah saat mutlak tidak boleh menggunakan gawai. Kamar tidur adalah lokasi yang bebas gawai juga.

– Ajarkan anak bersosialisasi secara tepat, dan menghargai orang lain baik daring (online) maupun luring (offline).

Membangun koneksi orangtua-anak

Banyak orang tua merasa bahwa ketika anak rewel, dan orang tua telah Lelah karena bekerja, maka gawai adalah satu-satunya jawaban. Sehingga orang tua bisa sedikit santai. Hal ini dibantah keras oleh Psikolog dari Klinik Rainbow Castle, Devi Sani Mpsi, psikolog anak. menurutnya, jawaban satu-satunya meredam anak rewel adalah membuat real connection dengan mereka.

Anak rewel karena ada kebutuhan yang belum terpenuhi. Mungkin kebutuhan untuk disayang, diakui, dipertimbangkan pendapat tidak masuk akalnya, kebutuhan untuk ditatap matanya, dibelai, didengarkan perasaaannya—dan bukan hanya diberikan solusi konkrit.

Kebutuhan akan seseorang yang mau mendengarkan, dan memberikan acknowledge pada perasaan dia. Jadi selalu mulailah dengan membangun koneksi, bukan malah semakin menjauhkannya dengan memberikan gawai setiap saat.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print