Previous
Next
29-agust-17.00-Artikel-parenting-1200x1200

GAYA PARENTING : COCOK-COCOKAN ATAU GAYA-GAYAAN?

Beruntung bagi orangtua jaman now, begitu banyak workshop dan seminar parenting yang bisa diikuti, akses internet membantu untuk mempelajari berbagai sumber ilmu mengenai pengasuhan, relasi anak dan orangtua. Terkadang kita bingung, pakar parenting A menganjurkan hal ini, sementara pakar parenting B berbicara hal yang lain, terus yang mana sih yang harus kita ikuti? Apakah gaya parenting kita ini tergantung musim? Atau memang harus saklek terhadap satu gaya saja?

Gaya parenting dikelompokkan berdasar dua dimensi yaitu demandingness (tuntutan) dan responsiveness. Demandingness hubungannya dengan adanya batasan yang jelas yang diterapkan oleh kedua orangtua sedangkan responsiveness adalah bagaimana orangtua memberikan limpahan kasih sayang/ membangun kehangatan dengan anak.

Melihat dari dua dimensi tersebut muncullah 4 tipe pengasuhan sebagai berikut :

Pola asuh otoriter

Dalam gaya penagasuhan otoriter, orangtua sangat demanding artinya aturan yang ditetapkan orangtua sangat ketat cenderung keras. Namun tidak dibarengi dengan adanya kehangatan yang terjalin antara anak dan orangtua. Dengan gaya asuh seperti ini biasanya anak memang akan cenderung mengikuti aturan dari orangtua namun sifatnya hanya sementara karena kesadaran tidak muncul dari dalam diri untuk mengikuti aturan melainkan hanya karena takut dihukum oleh orangtua. Komunikasi anak dan orangtua juga cenderung tidak berjalan baik sehingga biasanya terkesan ada jarak antara anak dan orangtua. Anak biasanya akan terlihat menjadi good boy/good girl di hadapan orangtua namun sebenarnya menutupi banyak hal yangbisa jadi negatif dari hadapan orangtua .

(DEMANDING ­ ↑ RESPONSIVE ↓)

Pola asuh permisif

Orangtua memberikan limpahan kasih sayang namun tidak dibarengi adanya batasan yang jelas dari orangtua. Konsekuensi dari pola asuh ini adalah anak menjadi cenderung mudah menyerah ketika menghadapi masalah, ingin agar keinginannya selalu dipenuhi, sulit berempati terhadap kondisi orang lain dan dependen dengan orangtua meskipun memang komunikasi antar keduanya akan sangat terbuka dan cenderung dekat.

(DEMANDING ↓ RESPONSIVE ↑­)

Pola asuh Ialai/ pengabaian

Orangtua tidak memberikan aturan/batasan yang jelas dan juga tidak memberikan limpahan kasih sayang. Biasanya terjadi pada orangtua yang mengalami masalah psikologis (depresi,  gangguan kepribadian)

(DEMANDING ↓ RESPONSIVE ↓)

Pola asuh autoritatif

Gaya pengasuhan ini dianggap paling ideal karena ada keseimbangan antara adanya batasan yang jelas yang diterapkan oleh orangtua namun orangtua tetap terbuka terhadap diskusi dengan anak dan menunjukkan respect ketika anak mengungkapkan pendapatnya. Mungkin saja ada aturan yang negotiable namun tetap ada aturan paten yang tidak bisa ditawar lagi oleh anak.

(DEMANDING ↑ ­RESPONSIVE ↑)

Nah berbekal pengetahuan tentang gaya parenting, kira-kira ayah dan bunda termasuk golongan ykeluarga, dan tentu akan timbul konsekuensi di kemudian hari yang menjadi tanggung jawang mana? Apapun pilihannya, masing-masing gaya parenting harus disesuaikan dengan kondisi ab bersama. Happy parenting ayah dan bunda, peluk hangat selalu keluarga kita ya

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print