Previous
Next
Hari-Pertama-Masuk-Sekolah-1200x720

Hari Pertama Masuk Sekolah

“Ahh senang sekali akhirnya anakku masuk sekolah! Gak sabar deh lihat dia masuk TK..”

Ayah Bunda pasti bersemangat sekali ya melihat anak pertama kali masuk sekolah dalam hidupnya. Tapi mungkin membuat Ayah Bunda menjadi cemas juga. “Duh bagaimana ya nanti di kelas?”, “Menangis gak yah kalau aku tinggal?”. Berbagai pikiran terlintas dan ini hal yang wajar. Yah namanya juga melepaskan anak untuk lebih mandiri. Lalu bagaimanakah mempersiapkan anak untuk hari pertama sekolahnya?

Pertama, Ayah Bunda dapat mengajak anak berkunjung ke sekolah sebelum tahun ajaran dimulai. Mintalah ijin kepada pihak sekolah untuk mengunjungi sekolah beberapa kali agar anak semakin familiar dengan lingkungan sekolah barunya.

Kedua, ajaklah anak membicarakan berbagai hal berkaitan dengan sekolahnya. Tanyakan kepada anak mengenai perasaan anak terhadap sekolahnya, bicarakan tentang guru-guru yang akan ia temui, kegiatan yang akan ia lakukan di sekolah, teman-teman yang akan ia temui di sekolah, dan sebagainya.

Ketiga, melakukan kegiatan roleplay di rumah mengenai situasi yang akan ia hadapi di sekolah. Seperti cara berkenalan dengan guru atau teman, ketika akan bermain di taman bermain sekolah, saat ingin pipis dan cara meminta bantuan guru pergi ke toilet, dan sebagainya. Pikirkanlah berbagai situasi yang akan dihadapi anak dan berlatih bersama anak bagaimana cara menghadapinya.

Keempat, berlatih bersama anak untuk melakukan kegiatan bina diri. Misalnya, memakai baju atau sepatu, merapikan pakaian atau kotak bekal ke dalam tas, cuci tangan, dan sebagainya. Anak akan menjadi lebih percaya diri ketika ia mahir melakukan kegiatan ini.

Kelima, ajaklah anak untuk belanja perlengkapan sekolah atau bekal untuk sekolah agar anak merasa terlibat dan menumbuhkan semangat bersekolah pada diri anak.

Keenam, mendekati hari masuk sekolah, Ayah Bunda dapat mulai melakukan rutinitas yang akan dijalani oleh anak sebelum berangkat sekolah. Mulailah dari malam hari untuk menyiapkan pakaian bermain anak untuk esok harinya, lalu bangunkan anak sesuai dengan rencana waktu berangkat sekolah dan bersiap-siap ke sekolah (seperti berpakaian, sarapan), lalu buatlah kegiatan bermain terencana sesuai dengan durasi jam sekolah, dan sebagainya. Biasanya anak membutuhkan waktu yang lama untuk menyesuaikan diri dengan ritme bangun tidur dan rutinitas di pagi hari. Kegiatan-kegiatan ini membantu anak agar tidak kaget saat hari H sekolah nanti.

Ketujuh, ketika mengantar anak sekolah, janganlah membohongi anak saat akan meninggalkannya bersama guru. Berpamitanlah kepada anak dan katakan bahwa Ayah/Bunda akan menjemput lagi di depan kelas (sebutkan di mana Ayah/Bunda akan menjemput). Ketika anak menangis saat akan ditinggalkan, lakukan afirmasi emosi yang dirasakan anak. Misalnya, “Iya kamu sedih dan takut ya karena Ayah/Bunda tidak masuk ke kelas. Tapi di sini ada bu guru yang menemani kamu.”

Selain itu, setiap anak pulang sekolah, lakukan koneksi kembali dengan anak. Berikan pelukan dan apresiasi atas keberhasilannya melalui hari-hari di sekolah. Ajaklah anak mengobrol mengenai hal-hal menarik yang terjadi di sekolah, misalnya siapakah nama gurunya, kegiatan apa yang paling disukai, teman-teman baru, dan sebagainya. Nah, Ayah Bunda semangat ya mempersiapkan anak-anak sekolah! ☺

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print