Previous
Next
ibu-anak

Ibu, kau lah guru bagi anak mu

Bulan April baru saja berlalu,  masih hangat bila saya sampaikan beberapa quotes dari Ibu RA Kartini  yang berhubungan dengan Pendidikan. Karena tanggal 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional. Berikut adalah beberapa quotes nya :

“Dalam tangan anaklah terletak masa depan dan dalam tangan ibulah tergenggam anak yang merupakan masa depan itu.”

“Saya anggap suatu dosa apabila mendidik anak-anak yang menjadi harapan masa depan tanpa kemampuan yang sungguh-sungguh dalam menjalankan tugas besar yang menurut pandangan saya sangat mulia dan suci itu.”

Ibu RA Kartini, di jaman nya dulu telah menyadari begitu besar peran seorang ibu bagi anak. Jaman sekarang, dengan kondisi tingkat pendidikan para ibu yang lebih tinggi seharusnya kesadaran akan hal ini harus lebih besar. Tapi apakah tingkat pendidikan ibu akan sebanding dengan kesadaran mendidik? Jawabannya pastinya, saya tidak tahu. Harus dibuat survey mendalam mengenai hal ini. Namun apabila dilihat secara kasar, fakta di lapangan menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan Ibu, maka akan semakin tinggi pula tingkat karier di dalam pekerjaannya. Sehingga mengakibatkan tingkat kesibukan dan waktu berada di kantor menjadi lebih tinggi pula.

Kemarin, saya diskusi dengan seorang teman yang memiliki tingkat Pendidikan tinggi dengan karier yang baik. Beliau bekerja di suatu perusahaan besar dan telah menduduki jabatan penting. Teman saya merasa gagal menjadi seorang ibu yang baik. Karena pekerjaan nya menyita banyak waktu, bahkan di hari libur. Waktu bersama keluarga dan anak dicuri oleh pekerjaan yang terus mengejar setiap saat. Dampak dari hal itu, anak nya mengalami kesulitan dalam belajar, sang ibu sedih karena tidak bisa mendampingi anak belajar. Untuk pelajaran agama dan mengaji, ibu nya pun tidak tahu apakah anak nya sudah bisa mengaji dengan baik atau tidak. Maka di akhir diskusi saya dengan teman saya ini, dia berpikir serius untuk berhenti dari pekerjaan nya saat ini. Karena merasa lalai dengan kewajiban utama sebagai seorang ibu.

Ini hanya satu di antara banyak kasus, dan mungkin tidak semua juga ibu bekerja mengalami hal ini. Ada banyak ibu bekerja tapi kondisi anak nya masih baik-baik saja. Namun yang ingin saya sampaikan adalah, apa pun kesibukan kita. Baik bekerja, menjadi pengusaha, menjadi ibu rumah tangga. Fungsi utama seorang ibu sebagai pengajar bagi anak jangan dilupakan.

  1. Siapkan waktu khusus, bukan sisihkan waktu, untuk diskusi dengan anak
  2. Bertanya kepada pihak sekolah mengenai perkembangan anak secara berkala
  3. Menjadi pendidik dalam semua hal : akhlak, prilaku, pengetahuan agama, pendidikan formal
  4. Meminta bantuan pada pihak lain (guru les), namun tidak berarti tanggung jawab beralih 100% pada mereka

Ibu Kartini mengingatkan kita semua para ibu jaman sekarang, bahwa tugas mendidik anak adalah suatu tugas suci dan mulia. Karena di tangan ibu lah generasi masa datang dididik. Semoga kita semua selalu diberi kemampuan untuk menjadi seorang ibu dan pendidik terbaik bagi anak-anak kita.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print