Previous
Next
A true love and happiness between a mother and her child. This black and white image shows happy emotion.

Intervensi Pihak Ke Tiga : Dilemma Ibu Baru

Bagi seorang perempuan menjadi seorang ibu merupakan hal yang dinantikan namun pada prosesnya tak jarang membuat cemas sehingga menimbulkan stress.  Ada banyak hal yang harus dipersiapkan oleh pasangan sebelum menanti kelahiran bayi mereka. Hal yang paling penting adalah mengantisipasi adanya campur tangan dari pihak ketiga setelah melahirkan, yaitu bantuan orangtua atau mertua. Percaya atau tidak, proses menjadi seorang ibu tidaklah mudah, begitu juga untuk ayah yang ikut serta melibatkan diri dalam mengasuh bayi yang baru lahir. Seorang ibu yang baru melahirkan akan merasa kelelahan karena proses persalinan yang dilalui, tidak hanya itu susasna hati juga terasa campur aduk antara senang dengan kelahiran si bayi, dan juga kebingungan dalam menjalani peran barunya. Kondisi seperti ini membuat keluarga secara tidak langsung membutuhkan kerjasama yang baik untuk bergantian menjaga si bayi yang baru lahir. Tidak sedikit pasangan juga mendapatkan bantuan dari orangtua atau mertua untuk ikut serta dalam menjaga si bayi. Hm… situasi ini sangat dilematis ketika ibu membutuhkan bantuan untuk merawat bayinya, namun disisi lain orangtua/mertua secara tidak langsung menjadi sumber stressor bagi si ibu. Mengapa demikian?

Perlu saya tekankan kalau hal ini tidak selalu terjadi pada ibu yang baru melahirkan, tapi biasanya seorang perempuan lebih merasa nyaman dan lebih asertif ketika yang membantu mereka adalah ibu mereka sendiri. Tentu rasanya berbeda ketika kita merasa kurang nyaman, dengan tindakan dari orangtua kita, kita dapat dengan mudah mengutarakan isi hati dan perasaan kita kepadanya “ma, jangan digituin dong”, “ma, tolong dong ma”. Namun, jika berhadapan dengan mertua yang memberikan bantuan kadang kita tidak leluasa untuk mengungkapkan atau menolak sehingga tidak bisa asertif dan cenderung memendam perasaan yang tidak nyaman dan kemudian menjadi sumber stress. Nah, disini lah peran suami yang “mau” memahami perasaan istri sangat dibutuhkan. Sebagai suami harus benar-benar bijak dalam mengambil sikap atau dalam menempatkan sudut pandang jika istri mulai merasa tidak nyaman dengan adanya bantuan atau campur tangan dari mertua. Ingat, ibu baru memiliki banyak hal yang membuat mereka menjadi sangat sensitive, mereka hanya butuh diperhatikan dan dimengerti bukan untuk diperdebatkan.  Tidak hanya itu, kesepakatan antara suami dan istri sangat dibutuhkan dalam menentukan batasan-batasan yang bisa ditolerir ketika melibatkan orangtua/mertua dalam membantu pasca melahirkan.  Sebaiknya kehadiran sosok suami atau ayah yang terlibat dalam pengasuhan anak sejak lahir, memberikan support atau perhatian kecil, mau mengerti kondisi ibu pasca melahirkan dapat sangat membantu ibu terhindar dari stress yang diakibatkan oleh lingkungan dan juga diri ibu sendiri.

Mendapatkan bantuan dari orangtua/ mertua sebenarnya sah-sah saja hanya sebagai pasangan suami istri sebaiknya mempertimbangkan kemungkinan yang dapat terjadi ketika melibatkan orangtua. Pertama, untuk sebagian besar ibu pasca melahirkan berada dalam kondisi yang rentan dengan kelelahan dan juga stress sehingga support dari suami sangat dibutuhkan. Kedua, melibatkan orangtua/mertua dengan kesepakatan bersama ya, bukan karena situasi yang mendadak sehingga keputusan yang diambil dapat menjadi beban pikiran bagi salah satu pihak. Masing-masing pasangan sebaiknya mengungkapkan apa yang menjadi pertimbangan dari keterlibatan orangtua. Ketiga, suami dan istri sama-sama terbuka dan juga tegas  kepada pihak ketiga, ketika salah satu merasa tidak nyaman maka segera ambil tindakan dengan berbicara secara terbuka dan sopan kepada orangtua. Setiap pasangan yang menikah pasti merindukan memiliki dan mengurus keluarganya sendiri secara utuh tanpa campur tangan dari orang lain. OIeh karena itu sebagai suami dan istri tidak salah untuk membuat batasan yang wajar dan sesuai dengan tujuan dalam berumah tangga. Semoga informasi ini bermanfaat dan menjadi pertimbangan ketika melibatkan pihak ketiga saat kelahiran anak

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print