Previous
Next
Zakat-1200x734

JANGAN LUPA ZAKAT, ADA BAGIAN UMAT LAIN DI HARTA KITA

Salah satu rukun Islam adalah berzakat, karena berzakat dapat membersihkan harta kita. Di beberapa ayat Al Quran dan Hadits pun, begitu banyak ayat tentang pentingnya berzakat. Di antaranya adalah :

QS Al Baqarah ayat 10 : Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan

Ibnu Abbas ra berkata : “ Ketika ayat, dan mereka yang menimbun emas dan perak diwahyukan, kaum muslimin merasa sangat berat dan susah. Umar ra berkata, ‘Aku akan mencari jalan keluar bagi kalian.’ Beliau pun pergi dan berkata kepada Nabi Muhammad saw, ‘ Wahai Nabiyullah, sesungguhnya ayat ini terasa berat bagi sahabatmu.’ Nabi Muhammad bersabda, ‘Sesungguhnya Allah SWT tidak mewajibkan zakat kecuali untuk menyucikan harta yang tersisa padamu, sesungguhnya mewajib waris agar kamu dijaga oleh orang-orang setelahmu.’ (HR  Abu Daud)

Bahkan dalam suatu kisah, diceritakan bahwa pada suatu masa setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia. Banyak kaum di Madinah menjadi kikir dan tidak mau menunaikan zakat. Mereka lebih senang menimbun hartanya. Pada kejadian tersebut, maka Abu Bakar sampai mengucapkan kata-kata ini, “Demi Allah, orang yang keberatan menunaikan zakat, yang dulu mereka lakukan kepada Rasullulah Sallalahu alaihi wasallam, akan kuperangi.” Artinya bahwa zakat begitu pentingnya, sampai-sampai Abu Bakar akan memerangi yang tidak berzakat.

Apabila zakat begitu penting, apa yang seharusnya kita lakukan?

  1. Jadikan zakat sebagai prioritas nomor 1, artinya jangan mengeluarkan zakat di akhir-akhir. Karena mungkin apabila di akhir, budget nya sudah terkikis duluan oleh pengeluaran lainnya. Akhirnya kita merasa berat, kemudian lupa membayar zakat.
  2. Saat mendapatkan gaji/ penghasilan dari usaha, maka langsung segera keluarkan zakat nya setiap bulan.
  3. Mengenai besarnya zakat, semua sudah tahu pasti. Sebesar 2,5%. Ada beberapa pendapat mengenai 2,5% . Ada yang menghitung dari total pendapatan yang diterima. Atau pendapatan setelah dikurangi dengan pengeluaran bulanan untuk kebutuhan pokok (sandan, pangan, papan).  Wallahuallam, silakan dipilih sesuai kehendak masing-masing.
  4. Saat mengeluarkan zakat, ingat bahwa ada 8 golongan yang berhak mendapatkan zakat. Jangan sampai salah mengeluarkan zakat pada orang yang tidak berhak. 8 golongan itu seperti yang tercantum di QS At Taubah ayat 60 adalah : orang fakir, miskin, pengurus zakat, mualaf yang dibujuk hatinya, budak, orang yang sedang dalam perjalanan, orang yang berjuang di jalan Allah SWT, orang yang berhutang tapi bukan karena maksiat.
  5. Selain zakat penghasilan sebesar 2,5% , ada beberapa zakat lainnya. Yaitu zakat atas harta yang kita miliki (emas, perak, tabungan, hasil investasi, rumah, pertanian, ternak), zakat fitrah (sebentar lagi memasuki bulan ramadhan, segera siapkan untuk dana zakat fitrah ini)
  6. Sedangkan untuk zakat atas harta yang kita miliki, anggarkan setiap tahun, hitung dengan cermat, apabila jumlahnya besar maka cicil dan kumpulkan sedikit demi sedikit sehingga terasa lebih ringan. Agar lebih berkah, keluarkan zakat atas harta di bulan ramadhan

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print