Previous
Next
Jarak-Ideal

Jarak usia ideal antar anak

Ketika awal berencana untuk memiliki anak, pernahkah merencanakan akan memiliki berapa anak? pernah jugakah merencanakan jarak kelahiran antar anak yang satu dengan yang lain?

Ada yang bilang “Mendingan deketan biar capeknya sekalian!” namun ada juga yang berpendapat “Kalau terlalu dekat jarak usianya nanti bahaya bisa bermasalah kelahirannya!” iya, meski kelahiran adalah mutlak hak prerogative Tuhan YME untuk menentukan kapan pasangan bisa punya anak pertama, kedua dan seterusnya. Namun dengan berbagai metode, kehamilan bisa diusahakan untuk dicegah, bukan?

Nah, gimana sih soal jarak usia antar anak ini dari sisi psikologis? Menurut Devi Sani M.Psi, psikolog anak dari klinik Rainbow Castle mengatakan bahwa anak yang lebih dekat jarak usianya cenderung menunjukkan siblings rivalry yang lebih banyak dalam bentuk agresifitas atau kompetitif. Namun, mereka juga memiliki lebih banyak kesempatan untuk membangun kedekatan dalam hubungan mereka.

Oh, jadi cemburu memang lebih sering terjadi ya, tetapi bisa jadi juga sangat dekat. Berarti jarak usia berapapun yang paling penting adalah persiapannya ya?

Sebetulnya kenapa sih jarak dan persiapan ini harus dipikirin? Kata Ibu Devi, banyak alasannya. Namun salah satu alasan yang sering terlupakan adalah memudahkan proses ayah dan ibu menjadi orang tua baru. Bayangkan deh, gimana lelahnya menjadi orang tua baru. Harus bangun untuk menyusui bayi, ganti popok dan sebagainya.

Apalagi kalau ini bukan kelahiran pertama. Sebab PR-nya bukan itu saja. Kelelahan orang tua bertambah-tambah. Karena juga harus memastikan kakak memiliki cukup perhatian, kakak tidak merasa cemburu dengan adik dan sebagainya.

Jika tidak dilakukan persiapan sebelum si adik lahir, bukan tidak mungkin orang tua menjadi cepat naik darah. Memarahi sii kakak yang dirasa menuntut perhatian lebih, misalnya. Akhirnya hubungan orang tua dengan kakak menjadi memburuk. Sedih, kan?

Makanya, untuk menghindari hal tersebut, penting banget untuk memersiapkan calon kakak. Jadi, berapapun usianya, ia lebih siap. Sehingga orang tua pun bisa lebih fokus ke adik dan kakak tanpa perlu ada yang merasa diabaikan, atau orang tua merasa terlalu Lelah membagi perhatian ke kedua belah pihak.

Oh iya, ibu Devi juga menambahkan; selain memersiapkan kakak demi memersiapkan diri, hal penting lainnya yang harus dipertimbangkan dalam jarak usia antar anak adalah; seberapa besar dukungan yang orangtua miliki dari pasangan dan keluarga lain? Seberapa baik atau menantang-nya anak pertama? Apakah orang tua memiliki masalah kesehatan, termasuk juga anak pertama? Adakah keadaan stress yang sedang dialami keluarga?

Tentu saja semua ini dilakukan demi kepentingan orang tua dan anak. Bukankah orang tua yang sehat secara fisik dan mental, pasti juga akan dapat memberikan pengasuhan yang lebih baik pada adik maupun kakak, kan?

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print