Previous
Next
Kado-Buat-Kakak-Mana

Kado buat kakak, mana?

Kehamilan anak kedua, kelahiran anak kedua, artinya banyak hadiah berlimpah. Karena begitu banyak syukuran dan perayaan kegembiraan. Dari baby shower atau biasanya syukuran 4 bulanan dan syukuran 7 bulanan ketika hamil.

Hingga syukuran kelahiran anak yang bentuk perayaannya banyaaaak sekali rupanya. Dari ritual adat, ritual agama, hingga yang internasional. Bintangnya tentu saja si bayi yang masih menggemaskan karena baru saja menjumpai dunia.

Bahkan saking bahagianya kita seringkali lupa, dan akan tertegun ketika mendengar pertanyaan; “Kado buat kakak, mana?” jeng jeeeeennngg…hehehe..

Iya lho, ayah dan bunda. Ada kakaknya lho!

Kakak yang merasa tersingkir

Coba deh yuk kita samakan persepsi dulu barengan. Bayangin rasanya jadi si kakak. Sudah mah, seisi keluarga heboh memersiapkan kehadiran si adik. Ini lagi ditambah saudara-saudara, teman-teman, tetangga dan rasanya semua orang yang tadinya menyapa dia lalu hadir bukan untuk dia lagi.

Sehari-harinya saja sudah terasa berat dengan kehadiran si adik bayi yang sejak dalam kandungan sudah bikin repot. Bunda yang jadi gak bisa diajak jumpalitan karena hamil. Ayah yang sibuk membantu bunda yang kerepotan. Kakak yang ditinggal ketika ayah dan bunda melahirkan. Lalu adik yang bisanya Cuma nangis dan bikin bunda sibuk.

Sedih kan? Ini lagi ditambah semua orang ngasih hadiah untuk adik. Kakaknya terlupakan.

Kakak si bintang utama

Rasa sedih dan tertinggal di hati kakak ini sebaiknya enggak dibiarin ya ayah, bunda. Diraih saja, dipahami. Karena ia juga masih anak-anak lho. kalau menurut Devi Sani M.Psi, Psikolog anak dari klinik rainbow castle, ia berhak ‘menjadi bayi’ juga di saat ini.

Maka itu, ada tips penting nih dari bu Devi. Menurutnya, tetaplah pastikan si kakak yang menjadi ‘bintangnya’. Toh adik juga sebenarnya Cuma butuh ibunya, kan. Caranya; sebelum tamu datang, telpon mereka janjian bahwa mereka akan menyapa kakaknya dulu sebelum menyapa bayi.

Bilang juga pada para pengunjung bahwa kakak yang nantinya akan mengajak tamu-tamu menjelaskan tentang bayi. Jadi dengarkan ceritanya. Nah, dirumah pun kita ajak kakak untuk menyambut tamu dan bercerita mengenai adik bayi.

Soal kado? Biarin kakak yang buka kadonya nanti, ya. Kita sebagai tamu, kalau ada budgetnya, boleh lho beliin kadonya dua. Satu buat kakak, satu buat adik. Gak usah yang heboh-heboh, beliin buku 1 buah misalnya. Atau kaos. Atau mainan bubble?

Yang jelas, sebagai orang tua, tugas kita adalah memastikan sebisa mungkin tidak ada yang berubah dari jadwal keseharian kakak. Pastikan kakak tahu bahwa his needs still MATTER.

Kakak juga masih kecil

Oh iya, ayah dan bunda. Jangan lupa ya, meskipun kakak sudah jadi kakak, ia tetap masih anak kecil berusia 3 atau 5 tahun. Kita akan merasa anak kita tampak besar disebelah adiknya yang masih bayi.

Hal ini akan membuat kita lebih mudah memiliki ekspektasi pada kakak lebih dewasa dibanding usianya. Dan ingat, karena ia stress juga pada perubahan ini, maka kemungkinan besar ia akan berperilaku kekanak-kanakan, setidaknya untuk saat ini saja.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print