Previous
Next
2-Sept-posingan-1200x1200

KEAJAIBAN BERMAIN BAGI ANAK USIA DINI

Saat ini saya sedang melakukan roadshow seminar parenting ke beberapa kota yang mengangkat tema tentang bermain pada anak usia dini. Di setiap seminar (entah itu di Jakarta, Bogor maupun Bandung) saya pasti menemukan pertanyaan ‘langganan’ ini: Bagaimana agar anak saya (yang rata rata masih usia balita) nantinya punya IQ yang tinggi? Jawaban saya sederhana: Biarin anak puas puasin main saja bu!

Nah lho memang bener hanya dengan bermain saja, cukup untuk stimulasi kecerdasan anak? memangnya nggak butuh les baca? Gimana kalau dengerin lagu klasik tiap hari? Atau ikutin ke les berhitung aja? Jadi gini, ayah dan ibu, ada yang namanya teori piramida belajar dan ternyata kalau orangtua berharap nantinya anak bisa fokus saat di kelas, duduk tenang, bahkan lebih mudah untuk belajar calistung maka yang harus dilakukan paling pertama adalah memberikan stimulasi ke 7 sistem indera anak agar semuanya dapat terintegrasi dengan optimal, ini nih contekannya:

sumber gambar: https://positivepotentialtherapy.com

Mengapa harus terintegrasi? Karena untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan untuk dapat memahami informasi dari luar, perlu adanya kerjasama antar sistem indera tsb. Ambil contoh aktivitas makan. Saat makan, anak perlu dapat duduk tegak dan angkat kepala (ini adalah tugas sistem indera vestibular yaitu yang mengatur keseimbangan), anak perlu mengarahkan sendok ke mulut dengan tepat tanpa sedikit tumpah (tugasnya sistem indera proprioseptif yang membantu anak untuk tahu posisi tubuh), kemudian harus terbiasa dengan bunyi bunyian yg terjadi di dalam mulut (sistem indera auditori/pendengaran) dan juga mau mencoba berbagai rasa serta tekstur makanan (sistem indera pengecapan). Apa yang terjadi jika tidak ada kerjasama antar sistem indera? Pastinya anak akan kesulitan dan tidak nyaman ketika beraktivitas. Kalau di kasus makan, bisa jadi anak menjadi picky eater.  Ujung-ujungnya sering tantrum dan kemampuan anak menjadi dibawah kemampuan anak anak seusianya.

Lalu pertanyaan lanjutannya, bagaimana caranya menstimulasi semua sistem indera? Yang efektif, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui bukan? Artinya, dengan satu aktivitas, semua sistem indera anak terstimulasi? Yap, melalui bermain! Cara paling sederhana adalah bebaskan anak untuk bermain di alam/ aktivitas outdoor. Bayangkan saat anak bermain kotor kotoran di halaman rumah, anak dapat merasakan tekstur lumpur (stimulasi sistem indera sentuhan), mencoba mengatur kekuatan otot tangannya untuk melempar gumpalan lumpur ke temannya, tidak terlalu pelan tapi juga tidak menyakiti teman (stimulasi sistem indera proprioceptif), mencium bau lumpur dan rumput (indera penciuman), dan berlarian mengelilingi halaman dengan gembira (indera vestibular). Sederhana namun kaya manfaat bukan?

Kalau nggak punya halaman, enaknya main apa ya?? Yuk coba beberapa permainan dengan alat sederhana berikut ini!

  • “The Hot Lava”

berimajinasi bahwa bantal-bantal yang sudah disusun di lantai adalah pijakan dan lantai adalah lava. Arahkan anak untuk tidak terjatuh ke lava, biar lebih seru ayah dan ibu bisa jadi “naga lava” yang akan mengejar anak dari satu bantal ke bantal lain, pasti tambah seru!

  • Meniup bulu ayam

Ayah/ibu dan anak duduk berhadapan kemudian letakkan bulu ayam di kedua telapak tangan ayah/ibu. Minta anak bersiap untuk ‘menangkap’ bulu ayam tsb dengan telapak tangannya.  setelah aba aba, tiup bulu ayam ke arah anak agar anak bisa menangkapnya, untuk modifikasi arahkan secara bebas. Area oral anak akan terstimulasi, begitu juga indera visual dan vestibular anak.

  • Main Gerobak sodor

Angkat kedua kaki anak (pastikan anak cukup kuat ya untuk menopang tubuhnya) dan minta anak berjalan hanya dengan kedua tangannya. Permainan ini dapat melatih keseimbangan dan juga taktil anak (karena menyentuh berbagai tekstur di lantai)

Selamat bermain dan bergembira bersama dengan si kecil yaa keluarga Indonesia!

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print