Previous
Next
KEBUTUHAN-ATAU-KEINGINAN

KEBUTUHAN atau KEINGINAN ?

Menjelang masa masuk sekolah, di bulan Juli pasti akan ada biaya untuk membeli perlengkapan sekolah. Apa saja perlengkapan sekolah yang harus dibeli ?

Seragam, sepatu, tas, buku tulis, pensil, bolpen, penggaris, laptop, kertas untuk print, tinta printer

Apakah kita sebagai orangtua selalu mengatakan IYA pada semua perlengkapan di atas? Apabila kita adalah tipe orangtua yang selalu meng iya kan, maka anak-anak akan tahu bahwa apa pun yang mereka minta, pasti dikabulkan. Dalam sebuah keluarga, pada umumnya antara ayah dan ibu. Selalu ada dua tipe yang berbeda. Terkadang ibu yang baik hati dan mudah luluh akan permintaan anak-anak. Dan ayah sebagai tipe yang lebih erat memegang uang dan tidak mudah goyah dengan rayuan anak-anak. Atau sebaliknya. Di keluarga saya, saya lah yang sering lebih tega dan bisa menolak keinginan anak-anak. Sedangkan ayah nya, dikelilingi  tiga anak perempuan dengan wajah memelas, lebih gampang luluh. Bagaimana dengan kondisi keluarga anda? Jangan-jangan anda berdua adalah tipe orang tua  yang mudah luluh 😉

Inti nya adalah dari semua daftar perlengkapan sekolah yang tertera di atas, kita harus memilah yang mana yang sebenarnya dibutuhkan. Karena terkadang berhadapan dengan anak-anak jaman sekarang, keinginan mereka jauh melebihi kebutuhannya.  Berikut adalah contoh-contoh nya :

  • Seragam

Pada saat awal memasuki sekolah kelas 1 SD, tentunya anak-anak membutuhkan seragam. Apakah kita harus membelikan seragam baru? Iya tentu. Setelah mereka beranjak ke kelas 2, 3, 4 SD. Akan ada seragam yang semakin kecil / rusak. Apakah kita harus membelikan seragam baru? Selama alasannya jelas, tentu dibelikan. Namun terkadang, anak-anak bermain dengan begitu sembrono sampai seragam sekolah robek, dan terjadi hampir 3 bulan sekali. Apakah kita harus membelikan seragam baru? Untuk alasan seperti ini, kita sebagai orang tua harus memberikan penjelasan. Bahwa tidak setiap saat kesembronoan mereka dalam bermain dan mengakibatkan seragam rusak, akan mendapatkan penggantian. Anak-anak harus diajarkan mengenai aturan menjaga barang sendiri.

  • Sepatu

Jenis sepatu apa yang diperlukan? Sepatu yang bisa dipakai ke sekolah, nyaman, ukurannya pas, warna nya sesuai dengan aturan sekolah. Tapi sepatu apa yang diinginkan oleh anak-anak? Sepatu yang model nya keren, branded, harganya mahal, yang mirip dengan teman-teman nya. Apa yang akan kita pilih sebagai orangtua? Menuruti keinginan anak-anak? Atau membelikan sepatu  yang sewajarnya? Beberapa sekolah bahkan memberikan aturan keras mengenai tas dan sepatu. Karena pernah ada kejadian, orang tua membelikan anak nya sebuah tas seharga dua juta rupiah. Dan anak SD ini dengan bangga menceritakan pada teman-temannya. Tentunya ini akan memberikan dampak yang kurang baik. Karena akan menimbulkan kecemburuan sosial. Mungkin anda sebagai orang tua merasa tidak keberatan dan mampu membelikan barang-barang mahal untuk anak anda tercinta. Tapi tolong ditelaah baik-baik efek nya pada lingkungan sekitar.

  • ATK

Hal yang sangat simpel, peralatan tulis. Seberapa sering anda membelikan peralatan tulis untuk anak-anak? Saya rasanya sering sekali. Dan setiap kali membelikan, dalam hitungan minggu, peralatan itu sudah hilang lagi. Saat saya bertanya, kemana? Jawaban nya se mudah dan secepat peralatan itu menghilang. Tidak tahu, Ma. Duh, rasanya kesal. Sampai akhirnya saya mengancam bahwa saya hanya akan membelikan peralatan ATK minimal 6 bulan sekali. Kalau tidak bisa menjaga ATK nya selama 6 bulan, maka saya tidak akan membelikan lagi. Saya jelaskan bahwa semua barang-barang yang terlihat kecil ini (pensil, penghapus, penggaris, bolpen) semua dibeli dengan uang. Jadi bukan berarti karena terlihat kecil, maka ini adalah hal sepele dan bisa dihilangkan begitu saja.

Dari contoh-contoh di atas, artinya kita sebagai orang tua harus memegang kendali. Untuk bisa memilah kebutuhan dan keinginan anak-anak akan perlengkapan sekolahnya. Karena apabila tidak, maka biaya yang dikeluarkan akan membengkak. Jadilah orangtua yang bijak yang dapat mengajarkan anak-anak dari usia dini akan perbedaan mendasar antara kebutuhan dan keinginan. Karena apabila setiap keinginannya dipenuhi, maka anak-anak akan terbiasa dengan hal ini. Semoga kita senantiasa dapat tahan terhadap rayuan anak-anak 😉

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print