Previous
Next
Kedatangan-adik-baru-bagai-istri-kedua-di-mata-kakak-Waw

Kedatangan adik baru bagai istri kedua, di mata kakak! Waw!!

“Ah namanya adik kakak ya pasti berantem-lah, wajar itu. Nanti juga baikan!” iya, enggak ada salahnya sih pendapat ini. Namanya adik dan kakak ya enggak mungkin akur selamanya, pasti ada berantem. Tapi, kalau sejak awal kehadirannya, si kakak tidak pernah merasa senang, lalu akan seperti apa hubungan kakak-adik yang terbangun?

Tau gak sih ayah dan bunda, di buku peaceful parent, happy siblings-nya Dr Laura Markham, kedatangan adik baru itu ibarat istri pertama kedatangan istri kedua *begidik*. Iya sampai sebegitunya lho, rasanya bagi sang kakak. Jadi kalau ia mendadak bertingkah, tiba-tiba jadi bayi, tiba-tiba manja dan sering rewel, jangan dimarahi. Karena yang dirasakannya berat sekali..

Tetapi tidak perlu khawatir juga kok, fase ini tidak akan berlangsung selamanya. Kalau sikap ayah dan bunda tenang dan bisa dipercaya, lambat laun ia akan belajar bahwa ia masih dicintai dan bahkan tidak berkurang sama sekali rasa sayang yang didapatkannya. Bagaimana caranya biar bisa tenang ketika situasinya baru habis melahirkan, tapi harus memerhatikan si kakak?

Persiapkan introduction dengan matang

Kalau si kakak tidak ada ketika melahirkan, maka sebaiknya ajak ia untuk mengunjungi adiknya secepat mungkin setelah kelahiran. Tapi ingat, ketika tidak ada pengunjung lain yaaa. Kenapa? Biar dia bisa ‘menikmati’ adiknya. Ketika kakak hadir, jangan terlalu sibuk dengan bayi. Justru tunjukkan betapa senangnya ayah dan bunda ketika melihat ia tiba di rumah sakit. Bayi nya juga akan baik-baik saja kok.

Nah, ketika adik bayi dibawa pulang kerumah, biarkan orang lain yang gendong. Bisa tantenya, atau neneknya. Akan jauuuuh lebih baik ketika bunda, apalagi jika kedua orang tua memasuki rumah dengan tangan terbuka untuk memeluk si kakak.

Gunakan Feromon

Biarkan si kakak duduk dan memeluk bayi (Dalam pengawasan ya tentunya), bantu ia untuk memegangi leher dan kepalanya. Jadi, kata Dr. Lawrence Aber, seorang ahli dalam bonding, kepala bayi mengaktifkan hormon feromon. Ketika kita menghirup harumnya, kita akan jatuh cinta dan merasa ingin melindungi. Jadi semakin sering si kakak memeluk dan mencium adiknya, ia akan semakin bersikap melindungi.

Tukar kado

Sebelum si adik lahir, ajak kakak untuk memilihkan barang yang akan menjadi kesayangan adik seperti selimut, boneka kecil atau bantal. Nah, saat adiknya sudah lahir, dan sudah mulai menjalin hubungan dengan kakaknya, siapkan kado kecil juga untuk kakak, dari si adik. Hal sederhana saja yang disukai kakak, dibungkus rapi dengan kartu dan bertuliskan ‘buat kakak, dari adik’.

Ceritakan betapa senangnya adik karena kakak sudah menyayangi dan melindunginya. Siapkan momen hangat tukar kado, “Ajak” kedua anak untuk sama-sama membuka kado-nya masing-masing, dan ceritakan juga ke si adik bahwa kado untuknya dipilihkan khusus oleh kakak. Bilang juga ke kakak bahwa adik sangat suka kadonya, dan sangat gembira punya kakak seperti dia.

Terbayang kan, betapa hangatnya situasi ini?

Batasi pengunjung, bahkan anggota keluarga

Di hari-hari pertama kelahiran, akan lebih baik ketika pengunjung yang datang hanyalah keluarga inti. Terlalu banyak tamu akan membuat ibu dan anak kerepotan, dan Lelah. Banyak orang berpendapat, akan lebih baik kalau ada nenek/kakek dirumah untuk menemani kakak main ke taman.

Tapi tau gak? sebetulnya yang si kakak butuhkan adalah kesempatan untuk tetap dekat dengan orang tua dan adik barunya sebagai satu keluarga tanpa orang lain disekitarnya. Maka pastikan saja ada waktu yang selalu tersedia untuk sekadar mengulet Bersama di Kasur dan berpelukan, atau bahkan menghabiskan banyak waktu bareng-bareng yaaa..

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print