Previous
Next
Kesiapan-Sekolah-1-1200x633

Kesiapan Sekolah

Setiap bulan Januari, setiap orangtua yang anaknya sudah mulai bersekolah pasti sudah tahu bahwa inilah bulan dibukanya pendaftaran sekolah baru. Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak terlebih lagi untuk urusan sekolah. Kita akan memilihkan sekolah terbaik untuk anak kita.

Terdapat satu faktor penting yang juga perlu diingat sebelum memutuskan unutk memasukkan anak ke sekolah, yaitu kesiapan sekolah anak. Dikutip dari dari Kelly L.Maxwell, doktor peneliti tentang kesiapan sekolah anak mengatakan bahwa kesiapan sekolah juga meliputi kesiapan anak, keluarga serta kesiapan sekolah itu sendiri. Apakah anak itu sudah siap sekolah? kemudian apakah keluarganya juga sudah siap untuk mendukung sang anak agar sang anak memiliki keterampilan yang diperlukan untuk bisa siap sekolah?. Kemudian dari pihak sekolah, karena setiap sekolah memiliki ekspektasi yang berbeda-beda terhadap calon muridnya. Anak yang sama bisa dimasukkan dalam kategori “diterima” di sekolah A tapi belum tentu di sekolah B.

Lalu kemudian, bagaimana kita melihat anak sudah siap sekolah atau belum? Salah satu caranya adalah dengan melakukan Pemeriksaan Kesiapan Sekolah yang biasanya dilakukan oleh ahli-ahli seperti Psikolog Anak atau pun Psikolog Pendidkan. Pemeriksaan Kesiapan Sekolah atau sering disebut dengan Tes Kesiapan Sekolah meliputi pemeriksaan area kognitif sekaligus sosial-emosional yang diberikan ketika anak akan masuk Sekolah Dasar. Alat untuk tes kesiapan sekolah pun bervariasi tergantung pada maksud dan tujuan pemakainya.

Di Indonesia sendiri Tes Kesiapan Sekolah untuk masuk Sekolah Dasar diantaranya menggunakan alat tes NST, Frostig yang salah satu tujuannya untuk melihat kematangan motorik halus, dan observasi serta wawancara klinis dari psikolog untuk melihat kematangan sosial-emosi anak dan orangtua serta alat tes-alat tes informal lainnya. Bahkan tak jarang digunakan pula tes IQ menggunakan alat tes WPPSI atau WISC untuk melihat kekuatan anak serta hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam proses belajar anak.  Secara umum, pemeriksaan kesiapan sekolah anak meliputi pemeriksaan lima area perkembangan anak yaitu fisik dan motorik, sosial-emosional, cara belajar, bahasa dan kognitif.

Menurut M.C Grove dan H.M.A.M Hauptfleisch, pencipta alat evaluasi kesiapan sekolan Brainline mengatakan berikut beberapa hal dasar yang perlu dimiliki seorang anak ketika ia akan masuk SeKolah Dasar, lima diantaranya adalah:

  1. Kemampuan perseptual, yaitu kemampuan untuk membedakan latar, depan, bentuk, warna, ukuran, dan posisi.
  2. Anak siap secara emosi untk memasuki dunia baru dan “menaklukannyanya”
  3. Anak mampu beradaptasi secara sosial pada situasi baru, termasuk kelas, temandan guru baru.
  4. Anak mampu berkonsentrasi ketika dibutuhkan
  5. Anak mampu mengatasi dan mngevaluasi masalah dari situasi sederhana yang ia hadapi.

Hal utama yang perlu diingat dalam memeriksakan kesiapan sekolah anak adalah kita sebagai orangtua harus memahami bahwa tidak ada anak yang siap untuk masuk Sekolah Dasar dengan sendirinya. Kesiapan sekolah merupakan sebuah proses perjalanan dimana anak perlu diberikan dukungan dalam perjalanannya. Selain itu, tidak semua anak memiliki kesiapan sekolah yang sama pula, walaupun usia mereka sama karena setiap anak adalah individu dengan keunikannya masing-masing.

Dari penjelasan sebelumnya terlihat bahwa kesiapan sekolah hanya menitikberatkan pada kemampua-kemampuan yang telah dimiliki anak. Padahal sebenarnya tidak demikian. Kita harus juga melihat kesiapan sekolah dari sekolah itu sendiri atau dengan kata lain sudahkah sekolah tersebut siap untuk anak-anak kita?

Terdapat 10 Karakteristik “Sekolah yang Siap” yang diambil dari artikel Doktor Kelly L.Maxwell. Menurut artikel tersebut, “Sekolah yang Siap” haruslah:

  1. Mampu “melembutkan” transisi antara rumah ke sekolah
  2. Mampu mempertahankan kesinambungan pembelajaran antara saat anak mash di pendidikan usia dini dengan saat di Sekolah Dasar.
  3. Membantu anak berlajar dan memahami dunia
  4. Membuat komitmen untuk kesuksesan belajar setiap anak
  5. Menunjukkan bahwa sekolah berkomitmen untuk kesuksesan guru-gurunya juga
  6. Mengenalkan strategi yang telah terbukti meningkatkan prestasi
  7. Bertekad memajukan potensi anak
  8. Bertanggungjawab atas hasil belajar
  9. Berfungsi sebagai organisasi tempat belajar anak yang mau merubah dirinya jika dirasa tidak membantu perkembangan anak
  10. Mempertahankan kepemimpinan yang kuat

Nah bunda-ayah semua itulah hal-hal yang bisa kita pahami dalam melihat kesiapan sekolah anak memasuki Sekolah Dasar. Pilihlah sekolah yang sesuai dengan kebutuhan anak serta kemampuan orangtua. Selamat menyiapkan ananda untuk masuk sekolah baru ya.

Sumber:

Artikel “School Readines Assessment” karangan Kelly L.Maxwell dan Richard M.Clifford

Schoool Readines Evalution oleh Brainlien tahun 2003

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print