Previous
Next
Komposisi-ASI-berubah-sesuai-kebutuhan-anak-lho..-1200x667

Komposisi ASI berubah sesuai kebutuhan anak, lho..

Bulan lalu, kami mendapatkan pelatihan dari organisasi ASI terbesar di Indonesia, Aimi-ASI, dalam rangka menjadi Breastfeeding-Friendly Child Care. Nah, dari pelatihan Panjang seharian yang melibatkan seluruh jajaran manajemen dan staf tersebut, ada salah satu fakta yang menarik banget. Bahwa Komposisi ASI Berubah sesuai kebutuhan anak!

Bukan hanya per-perkembangan usia, atau per-bulan, namun per-detik, sesuai kondisi yang dialami saat itu. Sistemnya, ketika menyusu, bayi memberikan petunjuk mengenai kondisi tubuhnya saat itu lewat air liur ketika menempel di payudara ibu. Dan, triiing, komposisi ASI langsung disesuaikan kebutuhan bayi.

Keren banget ya, kaya mesin tinggal pencet setting dan berubah!

Bagaimana kalau bayi yang ditinggal bekerja dan tidak menyusu langsung?

Biar bagaimanapun, ayah dan bunda, ASI tetap lebih baik ketimbang susu manapun. Meski mungkin ditinggal bekerja dan bayi minum ASIP, tetap saja komposisinya kan masih sesuai kebutuhan secara umum. Komposisi ASI yang diproduksi oleh ibu yang melahirkan bayi kurang bulan (prematur) berbeda dengan ASI yang diproduksi oleh ibu yang melahirkan bayi cukup bulan (matur). Demikian pula komposisi ASI yang keluar pada hari pertama sampai hari ke 4-7 (kolostrum) berbeda dengan ASI yang diproduksi hari 7-10 sampai hari ke 14 (ASI transisi) dan ASI selanjutnya (ASI matur). Komposisi tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing bayi.

Manajemen ASIP yang baik

Nah, ada pesan khusus dari Aimi untuk diingatkan kepada orang tua. yakni mengenai manajemen ASIP yang baik. Artinya, terkait menyimpan, memersiapkan, menyajikan dan mencairkan ASIP harus diperhatikan secara seksama oleh orang tua yang meninggalkan anak bekerja.

  • ASIP segar (yang tidak dibekukan) lebih baik daripada ASIP beku

Jadi, sebisa mungkin kombinasikan pemberian ASIP beku dengan ASIP segar setiap hari jika memungkinkan. Bisa memerah langsung pagi, atau sore ketika pulang kantor. ASIP bisa disimpan di kulkas bawah, dan tahan hingga 3 hari lho sebetulnya. Lagipula komposisinya jadi masih dekat dengan kondisi bayi sekarang.

TIDAK DISARANKAN MENYIMPAN ASIP LAMA-LAMA DI FREEZER. MAKSIMAL 3 BULAN SAJA.

  • Optimalkan pemberian ASI ketika sudah bertemu ibu.

Sebetulnya, lebih baik menghindari memberikan ASIP dalam jumlah banyak, lho. Jadi, sebetulnya bayi ASI ini hanya akan meminum ASIP dalam jumlah yang sesuai kebutuhan lapar dan hausnya saja. Maka, jumlahnya memang tidak akan sebanyak ketika menyusu langsung. Apalagi, menyusu langsung kan tidak hanya mengisi kebutuhan lapar dan haus saja, namun juga kebutuhan bonding dan berkasih sayang dengan orang tua.

Lagipula, dengan menyusu langsung, bayi akan mendapatkan ASI yang sesuai kebutuhannya, kan? Jadi, ketika ditinggal biarkan ia minum ASIP secukupnya. Tidak perlu memaksakan harus dalam jumlah banyak, kan bayi lebih butuh ibunya.

  • Hindari pemakaian dot.

Bayi, biasanya akan minum ASIP lebih banyak jika menggunakan dot dibandingkan mereka yang tidak menggunakan dot. Nah ini mengakibatkan overfeeding. Emangnya bunda mau, anaknya lebih suka peluk botol dot ketimbang peluk bunda? Kalau sudah kenyang minum ASIP, nanti kan jadi gak mau nenen. Padahal komposisi yang dibutuhkannya ada saat itu juga dari pabriknya.

Lagipula, kalau sudah terbiasa ngedot, bayi akan terbiasa mengisap susu dari dot bukan dari puting. Akibatnya, ketika ia mengisap susu dari puting, cara mengisapnya ya sama dengan mengisap dot. Hasilnya? Produksi ASI ibunya menurun karena demand bayi berkurang ketika menyedot dengan cara seperti itu. ini menyebabkan penurunan produksi ASI. Duh, sayang banget kan..

Jadi, ibu bekerja, bisa aja kok bayi tetap optimal mendapatkan kebutuhan ASI sesuai kebutuhannya. Jangan khawatir, selama memahami ilmunya maka gak ada yang enggak bisa, bukan? #wholeLifeLearning #ParentingisEasy

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print