Previous
Next
Main-hujan-bisa-bikin-batpil-masa-sih-1200x750

Main hujan bisa bikin batpil, masa sih?

Musim hujan mulai tiba!! meski masih kadang hujan, kadang panas, tapi seharusnya November memang merupakan musim penghujan..

Masih inget gak waktu kecil dulu, senangnya lihat hujan yang turun. Bawaannya pasti malah kepingin main keluar dan lari-lari, main ciprat-cipratan air, berendam di kubangan, dan main tamping-tampung air? Seneng ya, seru sekali rasanya, tentu saja sebelum….”ADEEEEKKKKK KOK MAIN HUJAN!! AYO MASUK, NANTI PILEK!!!” membuyarkan seluruh kenikmatan. Hehehe…

Nah, sekarang, ketika sudah punya anak, kita merasakan dampak dari teriakan menggelegar dari ibu kita dulu itu kan? Jadi mengulangi hal yang sama, dan disambut dengan muka manyun si kecil yang belum puas main hujan. Tapi, karena sugesti tersebut sudah tertanam di benak kita sejak dulu, maka kita juga sering ya ngalamin, kena gerimis sedikit aja lalu pilek deh..

Tapi sebenernya gimana sih? Memangnya hujan benar-benar bisa bikin pilek? Isu ini ternyata enggak Cuma rame di Indonesia kok, tapi juga secara turun temurun dilakukan oleh mereka di negeri-negeri seberang. Mungkin karena itu juga ada lagu “Rain, rain, go away…”

Sudah batpil sejak sebelum kena hujan

Menjawab hal ini, ada sebuah penelitian dari Jepang yang di publikasikan dalan International Journal of Sports Medicinie. Katanya, alasan utama kenapa orang-orang selalu menyandingkan sakit dan hujan sebagai sebab akibat, bermula dari orang tersebut sebetulnya sudah mengalami common cold (batpil), tapi belum terlalu terasa di badan. Lalu, ketika udara dingin dan hujan menerpa, baru deh tubuhnya menunjukkan gejala tersebut dengan signifikan.

Air dingin dan hujan bukan penyebab batpil

Studi lain datang dari Inggris. Para profesor dari Universitas Cardiff common cold center melakukan tes pada 180 relawan sepanjang “musim” batpil. Nah, mereka diminta untuk merendam kaki di baskom isi es dan air dingin selama 20 menit. Setelah beberapa hari, ternyata hanya 29 persen saja dari partisipan yang merasakan gejala batpil atau common cold. Sisanya tidak. Ini menjadi bukti bahwa udara dingin bukan penyebab sakit, namun virus-lah penyebabnya.

Sama seperti mitos minum es bikin batuk ya, rupanya. Bukan es penyebab common cold atau flu, tapi virus. Dan hujan, tidak membawa virus tersebut. Daya tahan tubuh yang lemah yang membuat seseorang terserang virus.

Masih menurut Universitas Cardiff, musim hujan justru membuat orang-orang lebih sering berdekatan didalam ruangan, karena dingin. Inilah yang meningkatkan resiko saling tular menular virus.

Tetap harus waspada

Tapi, ada satu hal yang penting diwaspadai dari main hujan. Apa itu? PETIR. Iya, kalo ada di lapang luas kan petir bisa menyambar dengan dahsyatnya. Selain itu juga harus sangat hati-hati dengan got, di jamans sekarang yang saluran airnya gampang mampet, kalau hujan deras sedikit tau-tau got nya sudah penuh air. Bahaya banget kan kalau anak-anak terpeleset dan tenggelam.

 

Main hujan boleh, asal..

Hati-hati. main bareng saja dengan anak-anak, asyik kan? Bisa sambil mengenang masa kecil. Toh kita juga butuh bermain kok. Jangan kerja melulu…hehehe..

Ajak saja anak-anak menyepakati bahwa main hujan boleh, asal ada ayah atau bunda atau orang dewasa yang bisa diandalkan, di samping anak. dengan begitu, pengawasan dapat dilakukan dengan optimal. Lalu batasi saja waktunya, jangan terlalu keasyikan sampai lupa makan. Nah ini yang bikin daya tahan menurun.

Sebelum main hujan, sepakati Bersama waktunya bermain misalnya hanya 30 menit. Setelah itu harus segera mandi air hangat, pakai baju dan minum atau makan yang hangat-hangat. tentu saja bareng-bareng sama ayah dan bunda, pasti suasananya juga lebih seru. Sambil ngobrol, sambil tertawa, sambil berpelukan.

Percaya deh, bukan hanya anak yang senang, tapi kita juga. Karena punya anak itu menyenangkan..

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print