Previous
Next
Matahari-itu-obat-efektif-yang-gratis-mengapa-dihindari-1200x800

Matahari itu obat efektif yang gratis, mengapa dihindari?

Demi anak, orang tua selalu ingin memberikan segalanya yang terbaik, betul? Ya dooong. Semua untuk anak harus yang nomor satu, gimanapun pasti diusahain. Apalagi yang berhubungan dengan kesehatan.

Sejak lahir anak sudah dipersiapkan biaya kesehatannya, dari mulai hal-hal penting seperti imunisasi dan cek up rutin, hingga ke bantal bulu angsa, suplemen dan multivitamin untuk meningkatkan imunitas, menjaga anak terhindar dari asap kendaraan, melindungi anak dari debu dengan berbagai teknologi canggih dirumah, sampai mencuci baju dan peralatan makan anak dengan sabun khusus.

Apalagi bagi anak yang menderita alergi. Biasanya proteksi menjadi dobel.

Biaya imunitas anak

Ayah dan bunda pernah menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk memersiapkan semua itu?

  1. bantal bulu angsa kisaran harganya dari Rp 400 ribu hingga Rp 2 juta
  2. suplemen dan multivitamin biasanya satu tube isi 50 kapsul seharga Rp 300-500 ribu
  3. teknologi hisap debu bervariasi alatnya. Namun harganya bermula dari Rp 800 ribu bahkan hingga penyedot debu seharga Rp 20 juta
  4. sabun khusus, memang tidak terlalu mahal, namun biasanya lebih mahal ketimbang sabun cuci biasa. Apalagi yang impor.

Itu baru empat items, masih banyak lho list nya. Hehehe..

Tuhan siapkan; GRATIS

Tapi apa iya perlu banget menyiapkan semua itu, untuk menjaga daya tahan tubuh, agar anak tidak mudah sakit atau terkena serangan alergi? Pernah gak ayah dan bunda menyadari bahwa Tuhan telah menciptakan hal-hal penting dalam menjaga imunitas, dan bahkan…GRATIS.

Salah satunya; matahari.

“Duh silau, kasian anaknya!” atau “Ayo jangan lama-lama diluar, panas!” akrab? Hehehe..jadi gini, sebagai update pengetahuan terbaru, menghindari sengatan matahari panas tengah hari ternyata justru meningkatkan kanker kulit ganas, lho.

Berjemur justru siang-siang

Dr. William Grant sebagai pakar vitamin D menjelaskan bahwa dari kajian di Inggris, Norwegia dan Amerika Serikat, waktu optimal untuk mendapatkan produksi vitamin D justru sedekat mungkin dengan tengah hari. yakni antara jam 10 pagi hingga 2 siang. Wawww…

Ternyata, yang palingkita butuhkan sebenarnya dari sinar matahari, adalah ultraviolet B sebagai produsen vitamin D. pada saat matahari masih dekat dengan horizon, yakni pagi-pagi ketika belum mencapai puncak kepala, ultraviolet B-nya masih sangat sedikit. Sementara, ultraviolet A sedang ‘kenceng-kencengnya’. Nah justru ini yang berhubungan erat dengan kanker kulit karena daya tembusnya lebih tinggi.

Lagian ya, dengan terik tengah hari dan rasa panas, maka sebenarnya kita enggak butuh waktu lamanuntuk berjemur. Ngapain juga menghabiskan waktu 1 jam dari Pukul 7 hingga 8 pagi, jika yang kita peroleh malah lebih banyak ultraviolet A yang justru merusak. Sedangkan kita cukup butuh 15 menit sekitar 10-10.15 pagi sekaligus menikmati ultraviolet B untuk mendapatkan vitamin D?

Malahan nih, Dr Grant bilang, pake tabir surya malah menjerumuskan orang terkena kanker kulit.

Matahari bikin alergi?

Banyak orang yang bilang bahwa sengatan matahari justru bikin alergi. Sebetulnya, kalo kata Robyn Lucas, pakar epidemiologi dari Australia National University, alergi berupa ruam kemerahan adalah tanda dari pelebaran pembuluh darah dan sekaligus terlepasnya histamin. Tujuannya adalah sebagai pertanda bagi sistem kekebalan tubuh untuk melakukan serangan.

Nah, sengatan panas tentu saja menstimulasi keparahan alergi karena panas bikin pembuluh darah makin lebar, kan? Sementara alergi adalah masalah daya tahan tubuh. Jadi bukan matahari yang perlu dihindari, tapi justru sistem kekebalan tubuhnya yang perlu diperbaiki.

Sementara berjemur di bawah sinar matahari yang gratis ini, merupakan salah satu cara meningkatkan kekebalan tubuh. Selain, tentu saja, membatasi asupan gula, istirahat, makan seimbang dan sebagainya.

**

Lagian coba yuk kita inget waktu kecil dulu, betapa senengnya kan main dibawah matahari sambil berlarian dan berkeringat sampai asem? Lalu kenapa sekarang, anak-anak harus terus dijaga didalam ruang ber-AC, dan menikmati beragam fasilitas mahal, padahal yang dibutuhkannya justru berlarian bebas dibawah sinar matahari?

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print