Previous
Next
Melahirkan-itu-harus-normal-Oh-ya-Web-1200x782

Melahirkan itu, harus normal! Oh ya

Masa iya?

Belakangan kita sering mendengar istilah Gentle birth. Sebuah filosofi persalinan yang tenang, penuh kelembutan dan memanfaatkan semua unsur alami dalam tubuh seorang manusia. Indah banget ya definisinya?

Tapi kenyataannya; banyak buibuk yang terperangkap dalam mom-petition, diawali dengan pertanyaan “Melahirkannya enggak gentle birth ya? Operasi?” aduh!

Caesar juga bisa gentle, kok..

Jadi begini, yang Namanya gentle birth itu kan intinya merupakan persalinan tenang dan penuh kelembutan. Itu aja. Jadi vaginal birth atau Caesar ya bisa aja tetap gentle, dong. Sesungguhnya operasi adalah tindakan yang ditemukan manusia untuk menangani kasus-kasus kelahiran yang unik dan membahayakan ibu atau bayi.

Jadi tujuan utamanya sebetulnya amat baik; menyelamatkan nyawa. Kalau menurut ibu Lanny Kuswandi, pengembang Hypnobirthing di Indonesia, menurut teori Aprilia dan Ritchmond (2013), prinsip yang harus dipenuhi dalam persalinan holistic (gentle birth) yaitu melahirkan dipandang sebagai momen yang harus “dirayakan” dengan penuh rasa hormat, damai dan sacral. Adanya peran serta dari keluarga terutama suami untuk memberikan dukungan mental dan spiritual, nyeri menjelang persalinan dipandag sebagai mekanisme alami tubuh untuk membantu proses melahirkan.

Jadi, tambah ibu Lanny, gentle birth tetap bisa diberlakukan pada ibu yang menjalani operasi Caesar atau prosedur medis lainnya selama prinsip-prinsipnya terpenuhi.

Persalinan yang minim trauma

Ketika bayi dilahirkan dengan cara yang lembut, sekalipun dengan SC, berarti Anda mengizinkan bayi mendapatkan pengalaman yang lembut dan menyenangkan ketika pertama kali melihat dunia. Sebuah persalinan yang minim trauma, kata profesor Nick Fisk.

Nah, Gentle birth juga bisa dilakukan pada pasien SC dengan beberapa pendekatan inovatif yang dilakukan oleh Nick Fisk. Seperti, misalnya, memberikan kesempatan bayi untuk keluar dari perut ibunya dengan sangat lembut dan di detik-detik pertama kehidupannya, bayi diletakkan di dada ibu.

Intinya mah, proses kelahiran tidak hanya dipertimbangkan dari sisi fisik saja tapi sebagai pengalaman manusia yang juga melibatkan emosional dan spiritual.

Kalau SC kan enggak IMD

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) memang penting. Tapi kan selama kondisi kesehatan ibu aman, bisa dilakukan. Kalau memang setelah SC dan ibu sehat, maka IMD bisa dilakukan minimal satu jam dan  bayi mencari puting susu ibunya. Kalau tidak?

Misalnya, ketika bayi dilahirkan dengan SC dan mungkin hanya beberapa saat saja dilakukan IMD, ayah bisa lho melajutkan untuk skin to skin dengan bayi. Meski tidak menyusu, tapi ini bisa membuat bayi Anda merasa begitu hangat, dicintai dan disayangi serta minim trauma. Ibu dapat mengomunikasikan hal tersebut dengan dokter yang merawat dari sejak hamil untuk persiapan persalinan.

Pentingnya birth plan

Karena proses melahirkan adalah suatu proses yang indah, penuh cinta kasih dan selayaknya dilakukan dengan nyaman. Persiapan pun harus dilakukan secara holistic body, mind and spirit. Buatlah birth plan untuk kelahiran bayi Anda. Apalagi, tidak ada yang tahu akan bagaimana proses melahirkan nantinya. Sebaiknya siapkan plan b, c dan seterusnya.

Banyak sekali contoh birth plan. Ibu bisa memasukkan plan untuk proses bersalin dengan SC. Apabila sewaktu-waktu ada indikasi medisdan harus melakukannya sehingga ibu tetap siap bersalin secara gentle section caesarian.

Saat ini persiapkan dan berdayakan diri semaksimal mungkin untuk menyambut bayi dengan penuh kelembutan, alami dan minim trauma. Selanjutnya tetap ikhlas dan pasrahkan kepada sang ilahi yang selalu memberikan cahaya perlindungan-Nya.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print