Previous
Next
Melatih-Anak-Berpuasa

Melatih Anak Berpuasa

Bulan Ramadhan adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Akan tetapi dibalik kebahagiaan menyambut bulan penuh rahmat ini, mungkin terselip sedikit kegalauan bagi para orangtua dengan pertanyaan yang muncul di kepala: Kapan ya mulai mengajarkan si kecil untuk puasa? Bagaimana ya menjelaskan makna puasa kepada si kecil? Apalagi makna puasa adalah suatu konsep abstrak yang tentunya akan sulit dipahami oleh anak (terutama pada anak usia antara 1-3 tahun) yang kemampuannya berpikirnya masih pada tahap konkrit, dimana mereka baru dapat memahami suatu informasi ketika wujudnya dapat dilihat, dipegang dan dirasakan. Ketika memasuki usia 3-5 tahun, anak sudah mulai paham bahwa puasa artinya tidak makan dan tidak minum. Lalu pertanyaan selanjutnya, bagaimana tahapan memperkenalkan dan melatih anak untuk berpuasa?

  • Usia 1 – 3 tahun

Orangtua dapat mulai mengenalkan suasana Ramadhan yang menyenangkan kepada anak seperti, ajak ketika seluruh keluarga bangun sahur, ajak makan sahur bersama. Kemudian biarkan anak melihat suasana khusyu’ sepanjang siang berpuasa, Akhirnya, di sore harinya anakpun bisa menangkap momen suka cita serta kebahagiaan anggota keluarga di saat berbuka puasa. Pengalaman-pengalaman itu akan sangat memberikan pengaruh besar. Jangan lupa ajak juga ke masjid saat waktunya sholat tarawih. Dengan adanya hal hal yang menyenangkan selama bulan Ramadhan, akan meninggalkan memori positif dalam benak anak mengenai indahnya bulan ini dan pelan pelan menumbuhkan kecintaan anak kepada Ramadhan dan tentunya, berpuasa.

  • Usia 4 tahun

Yang perlu diingat: Kunci utama melatih anak berpuasa adalah orangtualah yang menjadi role model bagi anak. Tampilkan bahwa aktivitas berpuasa adalah aktivitas yang menyenangkan dan bukan sebuah beban agar anakpun merasa nyaman ketika belajar puasa. Di usia ini, anak sudah dapat diajak untuk konsisten mengikuti aktivitas sahur, dan berpuasa sampai pukul 09.00 pagi.

  • Usia 5 tahun

Di usia 5 tahun, anak dapat diajak untuk berpuasa lebih lama hingga pukul 10.00. Orangtua bisa berkreasi dengan membuat papan puasa dan menempelkan sticker atau hiasan favorit anak ketika anak berhasil puasa sesuai dengan kesepakatan. Ketika anak berhasil mengumpulkan sticker berpuasa, misalnya sampai 1 minggu penuh, anak dapat memilih hadiah yang sudah disepakati bersama orangtua (usahakan hadiah bukan berupa barang, tapi lebih kepada momen kebersamaan dengan keluarga misalnya: anak boleh pilih tempat berlibur, anak boleh pilih menu sahur favoritnya dsb)

  • Usia 6 tahun – 7 tahun

Di usia 6 tahun, anak sudah bisa diajak berpuasa hingga waktu zuhur dan di usia 7 tahun, sampai waktu Ashar. Insya Allah, menginjak usia 8 tahun, sudah dapat berpuasa penuh sampai maghrib tiba.

Orangtua juga perlu memberikan apresiasi ketika anak berhasil puasa penuh misalnya dengan memberikan pujian, pelukan, atau anak mendapatkan privilege misalnya boleh memilih aktivitas yang akan dilakukan untuk menunggu buka puasa atau boleh memilih aktivitas libur lebaran yang akan dilakukan bersama keluarga, mendapatkan “bonus” waktu bermain lebih lama saat weekend tiba, berkunjung ke tempat wisata pilihan anak atau mendapatkan kesempatan “membajak” orangtuanya untuk bermain bersama anak sepanjang hari saat hari libur. Jangan lupa berikan aktivitas menarik selama bulan Ramadhan (agar teralih juga dari rasa lapar) misalnya aktivitas mengenal huruf hijaiyah melalui permainan, membaca cerita Nabi, atau mendengarkan lagu anak islami. Perhatikan juga asupan gizi anak sehingga anak tetap kuat menjalani ibadah puasa.

Untuk membuat semakin anak mencintai bulan Ramadhan, orangtua juga perlu menanamkan pentingnya nilai puasa melalui cara yang konkret, nyata dan dapat dilihat langsung oleh anak misalnya dengan membaca buku cerita anak bertema Ramadhan dan hikmah berpuasa. Orangtua juga bisa mengajak anak untuk terlibat dalam aktivitas berbuka puasa bersama dengan orang-orang yang tidak mampu/ ke yayasan panti asuhan. Setelah atau saat kunjungan, orangtua bisa mengajak anak berdiskusi misalnya: “lihat nak, mereka senang sekali ya dapat makanan buka puasa.. kalau adik gimana perasaannya?“ “senang ya nak di bulan Ramadhan, kita bisa buat orang lain senang”.  

Semoga informasi yang terjabarkan di atas dapat sedikit menghilangkan kegalauan orangtua ya dan semoga puasa di bulan Ramadhan kali ini akan lebih menyenangkan, tidak hanya bagi orangtuanya, tapi juga bagi anak- anak ☺

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print