Previous
Next
Melawan-GTM-Dengan-Jamu-Cekok

Melawan GTM Dengan Jamu Cekok?

Jamu cekok adalah istilah tradisional yang artinya memberikan jamu dengan cara…tentu saja dicekok ya. Iya, dipaksa. Kenapa juga harus dipaksa? Karena jamu enggak enak. Biasanya, meski sudah dicampur gula aren atau madu rasanya tetap saja pahit. Dan anak kecil, tentu saja enggak doyan.

Geregetan

Tapi, susah makan itu bikin geregetan. Semua orang tua pasti tau deh rasanya sudah capek-capek masak, menyiapkan segala bentuk rupa makanan lezat lalu sendok ditepis, atau makanan diambil lalu dibuang. Kadang bahkan dikeluarin lagi dari mulut. Aduh patah hatinyaaa…

Rasanya pasti campur aduk. Ya bingung, ya capek, ya kesel, apalagi ditambah drama banjir air mata penuh penolakan pada makanan itu. iya, Gerakan Tutup Mulut (GTM) yang biasanya terjadi pada batita dan balita adalah perjuangan layaknya mengangkat bambu runcing penuh semangat hingga berujung pada mengibarkan bendera putih, saking mumetnya.

Kenapaaaa sih deeeeekkk? Lalu bunda deh yang berubah drama hehehe..akhirnya mulailah mencari cara agar anak mau makan. Dari mencoba berbagai jenis makanan, mengganti dengan susu, memberikan vitamin penambah nafsu makan, hingga cara turun temurun; jamu.

Jamu cekokan

Kalau di Jawa, biasanya ramuan jamu yang dianggap mujarab untuk meningkatkan nafsu makan dibuat dari temu ireng dan temulawak. Kadang ditambah gula aren seujung jari, atau madu. Sebetulnya ramuan alami ini, apalagi kalau digerus sendiri, tidak masalah ya. Yang kemudian bisa jadi masalah adalah…dicekokin-nya.

Devi Sani M.Psi, Psikolog anak dari klinik Rainbow Castle pernah cerita soal ini. Katanya, kata “Cekokan” seakan-akan mengandung unsur pemaksaan. Dari sisi psikologis, tentunya pemaksaan pada anak, apalagi di usia 0-5 tahun, apalagi dilakukan berulang dan sering tentunya enggak baik. Kenapa?

Soalnya, akan membuat anak membangun pandangan negatif. Iya ya? Siapa sih yang suka dipaksa? Pasti enggak enak kan rasanya. Sudah jamunya pahit, diberikan dengan pemaksaan pula. Nah ibu psikolog ini juga menambahkan, “Beda lagi jika jamunya diberikan dengan cara yang menyenangkan, atau tidak memaksakan dengan sering dan berulang. Hal ini tentunya tidak masalah..”

Telusuri akarnya

Lagipula, ketimbang mengambil jalan singkat dengan buru-buru mencekoki dengan jamu, akan lebih baik jika ayah dan bunda melakukan refleksi. Bukan pijat refleksi ya, maksudnya menelusuri lagi kenapa anak menolak makanan. Sebab, kata Devi, anak yang memilih makanan harus dilihat bagaimana cara orangtuanya mengenalkan makanan di masa-masa awal.

Jika sejak awal dilakukan dengan penuh paksaan dan negativitas, tentunya anak akan makin malas makan. Tips terbaik memberi makan di masa awal:

  • Makanan akan semakin baik dicerna dengan ketenangan
  • Orang yang memberi makan harus mencoba untuk tenang
  • Memberi makan harus perlahan dan menyenangkan untuk membentuk kebiasaan makan yang baik.
  • Saat memberi makan, selalu biasakan komunikasi terlebih dahulu, lalu perlihatkan makanan di sendok atau di piring. Jika bayi menutup mulutnya jangan dipaksakan
  • Seorang anak TIDAK BOLEH dipaksa makan.
  • Tanda bayi tidak suka makanan, ia akan mendorongnya dengan lidah. Jika suka makanan akan dihisap secara aktif.

Perhatikan faktor lain

Nah, kalau semua tips ini sudah dilakukan, tapi anak tetap susah makan. Ada faktor-faktor lain yang perlu ditelusuri; rasa makanan misalnya. Coba deh asah kreativitas dengan bereksperimen dengan rasa. Soalnya selera anak kan belum tentu sama dengan selera kita, lho.

Selain itu, perlu juga diobservasi terkait masalah biologis atau sensori motor saat anak makan. Kalau memang terlihat ada masalah dengan cara makannya, datang ke psikolog atau dokter anak akan menjadi pilihan paling bijak.

Jadi tenang dulu yaaaa…tidak perlu keburu panik lalu berusaha mencari jalan keluar sebelum menelusuri akar masalahnya. Kadang-kadang tumbuh gigi atau gak enak badan juga bisa bikin anak malas makan, kok.

Share this post

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print